iklan periskop
Perbankan

BI Catat Pembiayaan Syariah Tembus Rp720 Triliun

Pembiayaan perbankan syariah nasional tumbuh dua digit pada Juni 2026. BI dorong penguatan konektivitas industri halal dan keuangan syariah demi ekspansi korporasi.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
BI Catat Pembiayaan Syariah Tembus Rp720 Triliun
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti dalam agenda peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) secara online di Jakarta, Jumat (27/2).Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pembiayaan perbankan syariah nasional mencapai Rp720 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 11,43% secara tahunan (yoy).

Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah pada periode yang sama tercatat Rp816 triliun, naik 13,13% yoy. Pjs. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan capaian ini membuka peluang lebih besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif serta ekspansi sektor riil.

"Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil," kata Destry dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Selain sektor perbankan, rantai pasok halal turut tumbuh 5,5% pada Juni 2026. Outstanding sukuk korporasi tercatat sekitar Rp95 triliun, menunjukkan minat pembiayaan berbasis syariah di kalangan dunia usaha yang terus berkembang.

Destry, dalam Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi, menegaskan penguatan konektivitas antara industri halal dan keuangan syariah menjadi kunci memperluas akses pembiayaan bagi korporasi. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar investasi dan ekspansi usaha bisa lebih kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

"Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan," ujar Destry.

Ia juga menyoroti pentingnya perluasan kapasitas dan inovasi instrumen pembiayaan. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pemantauan disebutnya turut krusial untuk memperkuat pembiayaan korporasi ke depan.

Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah menekankan pentingnya skema pembiayaan syariah jangka panjang dengan tenor yang sesuai kebutuhan ekspansi korporasi. Ia menilai dukungan pembiayaan yang tepat sasaran akan mempercepat pertumbuhan usaha berbasis syariah.

Ketua Hubungan Bisnis Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) yang juga Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta menambahkan, pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan korporasi dengan rantai pasok dinilai bisa memperluas skala pembiayaan modal kerja.

Dalam forum tersebut, BI juga menggelar business matching yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi untuk menjajaki solusi pembiayaan sesuai kebutuhan usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Bulan Pembiayaan Syariah dan Percepatan Intermediasi Indonesia, yang digelar BI bersama pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat realisasi pembiayaan syariah ke sektor riil.

"Pendekatan ini memungkinkan perbankan syariah memperluas pembiayaan untuk modal kerja, sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan dunia usaha," kata Bob.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Keuangan Syariah, dan Perbankan Syariah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.