Purbaya: Anggaran Perlinsos 2027 Tumbuh 10% Jadi Rp549,9 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap anggaran perlindungan sosial 2027 tumbuh 10% jadi Rp549,9 triliun, jadi instrumen penting turunkan kemiskinan

Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap anggaran perlindungan sosial pada 2027 tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya. Pengungkapan ini disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.
Purbaya menjelaskan fungsi strategis anggaran perlindungan sosial sebagai instrumen melindungi masyarakat dari berbagai risiko sosial. Ia menegaskan anggaran tersebut turut berperan menjaga daya beli dan mendorong penurunan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
"Anggaran perlindungan sosial juga tetap cukup besar di tahun 2027, mencapai 549,9 triliun rupiah. Anggaran perlindungan sosial merupakan salah satu instrumen yang penting untuk melindungi masyarakat dari risiko sosial, menjaga daya beli, dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat miskin dan rentan guna membantu menurunkan tingkat kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrim," kata Purbaya dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia merinci besaran pertumbuhan anggaran tersebut dibanding tahun sebelumnya secara spesifik. Purbaya menegaskan kenaikan signifikan pada pos anggaran ini sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap perlindungan sosial.
"Anggaran perlindungan sosial 2027 mencapai 549,9 triliun rupiah, itu tumbuh 10% dibandingkan pada tahun 2026," tegas Purbaya.
Data pertumbuhan anggaran perlindungan sosial ini melengkapi pemaparan sebelumnya dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian soal rincian komponen program yang tercakup di dalamnya. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI.
PKH hingga Subsidi Listrik
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci sejumlah komponen program yang tercakup dalam anggaran besar tersebut. Ia menyebutkan program-program utama yang akan dilanjutkan pemerintah pada tahun anggaran mendatang.
"Pemerintah melanjutkan program perlindungan sosial sebesar 549,9 triliun, terdiri dari PKH, Sembako, iuran JKP, penanganan bencana, subsidi BBM, KIP kuliah dan subsidi listrik," kata Airlangga dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menegaskan pentingnya data yang akurat untuk mendukung penyaluran program perlindungan sosial tersebut secara tepat sasaran. Airlangga menyoroti pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang tengah berjalan sebagai instrumen pembaruan data ekonomi nasional.
"Untuk itu data yang akurat menjadi penting. Di mana sensus ekonomi 2026 sedang dilakukan oleh BPS. Itu menjadi rebasing untuk PDB ke depan," ujar Airlangga.
Rincian anggaran perlindungan sosial ini disampaikan Airlangga sebagai bagian dari pemaparan RAPBN 2027 secara keseluruhan. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.








Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.