iklan periskop
Makro

Karhutla Kalimantan Kian Meluas, Airlangga: Ekonomi Mulai Terganggu

Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

8 jam yang lalu · 2 mnt baca
Karhutla Kalimantan Kian Meluas, Airlangga: Ekonomi Mulai Terganggu
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto memberikan keterangan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.

Airlangga menyebut, aktivitas ekonomi di wilayah terdampak karhutla berpotensi terganggu. Selain itu, pemerintah juga perlu mengalokasikan upaya dan sumber daya untuk melakukan penanggulangan kebakaran.

"Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut ya karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Plus ya perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut," ujar Airlangga kepada media, Jakarta, Jumat (21/8).

Menurut Airlangga, pemerintah saat ini terus melakukan langkah penanganan untuk mengendalikan karhutla. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena Indonesia mulai memasuki periode El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Ya kan sekarang kita sedang perangi karhutla karena memang dalam situasi seperti sekarang kan sudah masuk ke El Nino. Jadi ada beberapa hal yang harus diselesaikan," jelasnya.

Sebagai informasi, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare sejak Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut bahkan telah melampaui total area terbakar sepanjang 2025 yang tercatat 26.703 hektare, di tengah kabut asap yang mulai mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat.

Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalimantan Barat Daniel mengatakan data tersebut merupakan hasil pembaruan luas lahan terdampak hingga Jumat (21/8).

"Untuk wilayah karhutla yang terbakar sampai hari ini dari Januari itu sudah mencapai 38.310,86 hektare," kata Daniel di Pontianak.

Empat kabupaten mencatat luasan kebakaran terbesar. Ketapang menjadi wilayah paling luas dengan 12.443 hektare, disusul Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.

Menurut Daniel, karakter lahan gambut di sejumlah wilayah membuat kebakaran berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah besar sekaligus menyulitkan proses pemadaman.

"Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang seluas 12.443 hektare, Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Mempawah seluas 6.144 hektare, kemudian ada beberapa di Sambas seluas 2.318 hektare. Karena daerah-daerah tersebut umumnya lahan gambut," bebernya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), karhutla kalimantan barat, Ekonomi Indonesia, dan El-Nino dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.