iklan periskop
Perdagangan

Airlangga Bantah Indonesia Jadi Jalur Transshipment Produk China ke AS

Airlangga Hartarto membantah tudingan Indonesia menjadi jalur transshipment produk China menuju AS dan menyebut studi Shadow Transshipment Network tak sesuai kondisi industri.

15 jam yang lalu · 2 mnt baca
Airlangga Bantah Indonesia Jadi Jalur Transshipment Produk China ke AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat ditemui, Jakarta, Jumat (10/7). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan yang menyebut Indonesia menjadi salah satu jalur transshipment atau pengalihan rute perdagangan produk China menuju Amerika Serikat (AS).

Airlangga menegaskan Indonesia tidak pernah terlibat maupun menerima informasi terkait studi bertajuk Shadow Transshipment Network yang diluncurkan oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat.

"Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberitahu mengenai adanya studi ini," ujar Airlangga kepada media, dikutip Jumat (21/8).

Ia menjelaskan, dalam studi tersebut Indonesia bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam disebut masuk dalam jaringan global transshipment. Indonesia bahkan ditempatkan pada tier 2 sebagai negara dengan manufaktur yang terintegrasi dengan China dan mengekspor produk, terutama berbahan plastik dan turunannya, ke AS.

Namun, Airlangga menilai tudingan tersebut tidak sesuai dengan kondisi industri di Indonesia. Ia menyoroti kawasan industri di Batam dan Bekasi yang disebut dalam laporan tersebut.

Menurutnya, kawasan industri di kedua wilayah tersebut telah berkembang sejak 1990-an dan mayoritas diisi oleh industri manufaktur. Untuk industri berbasis plastik, Airlangga mengatakan sebagian besar perusahaan yang bergerak di sektor tersebut merupakan perusahaan nasional.

"Dan untuk bahan baku plastik kita sudah punya bahan baku sendiri yang diproduksi oleh Chandra Asri dan bahkan yang terakhir oleh Lotte Chemicals. Jadi tidak benar ini menggunakan transshipment dari negara lain untuk memproses," jelas dia.

Airlangga juga menegaskan produk plastik dan packaging yang dihasilkan industri dalam negeri mayoritas digunakan untuk kebutuhan domestik maupun diekspor ke negara-negara sekitar, bukan ke Amerika Serikat.

"Plastik packaging-nya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitar, tetapi bukan ke Amerika Serikat," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Airlangga meminta masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan hasil studi tersebut. Ia menilai kajian Shadow Transshipment Network dibangun berdasarkan anggapan atau asumsi yang menurut pemerintah tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Jadi kita tidak perlu khawatir dengan studi, namun kami juga tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi. Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan," tutup Airlangga.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Rute, perdagangan internasional, dan produk china dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.