Banggar DPR Soroti Typo di RAPBN 2027, Anggaran MBG Beda Rp240 T
Banggar DPR RI menyoroti sejumlah typo dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 serta meminta indikator NTP dan NTN dicantumkan secara jelas.

Periskop.id - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti sejumlah persoalan dalam dokumen Nota Keuangan RAPBN 2027, mulai dari kesalahan penulisan angka atau typo hingga belum dicantumkannya secara gamblang indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN).
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan kesalahan penulisan angka dalam dokumen pemerintah terjadi cukup sering dan berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
"Ini terlalu sering Pak Menteri, antara yang disampaikan oleh Pak Presiden dengan di buku, kadang-kadang ada typo memang," ujar Said saat Raker di Jakarta, Kamis (27/8).
Said mencontohkan target pertumbuhan ekonomi 2027 yang disampaikan Presiden sebesar 6%, sementara dalam Nota Keuangan yang diterima Banggar tercantum 5,9%.
Selain itu, terdapat perbedaan angka anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Said menyebut dalam salah satu bagian dokumen tercantum anggaran sebesar Rp480 triliun, sedangkan pada bagian lampiran tercantum Rp240 triliun.
"Memang banyak typo-typo dianokan. Makanya yang seperti ini, tolonglah Pak Menteri oleh jajaran di-proofing yang benar, di-proofing yang pas. Karena Pak Menteri nggak dikasih proofing yang pas dan seperti ini kurang enak juga, padahal nota sudah ada. Sepakat Pak Menteri ya," tambah Said.
Selain persoalan typo, Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Frederic Palit menyoroti indikator kesejahteraan petani dan nelayan yang dinilai belum disampaikan secara jelas dalam dokumen RAPBN 2027.
Dolfie mempertanyakan belum dicantumkannya angka NTP dan NTN secara gamblang. Menurutnya, angka indeks kesejahteraan petani sebesar 0,7 dan 0,8 yang digunakan pemerintah sebelumnya bersifat abstrak dan tidak menggambarkan indikator NTP maupun NTN yang selama ini digunakan.
"NTP dan NTN? Bukan. 0,7, 0,8 ini bukan angka-angka NTP atau NTN yang biasanya. Biasanya 110," tanya Dolfie.
Ia mengatakan indikator NTP dan NTN perlu kembali dicantumkan dalam pembahasan RAPBN 2027 agar gambaran mengenai kesejahteraan petani dan nelayan dapat terlihat lebih konkret.
"Karena dalam pembahasan sebelumnya Pak Menteri, indeks kesejahteraan petani 0,7, 0,8 itu abstrak. Bahkan Pak Menteri sendiri mengaku itu abstrak. Sehingga kita tambahkan kembali NTP dan NTN yang harus disampaikan pada pembahasan ini," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menambahkan indikator NTP dan NTN dalam dokumen pembahasan RAPBN 2027.
"Sudah ada Pak, nanti kita tambahkan NTP-nya. Ini digabung jadi indeks kesejahteraan petani," jawab Purbaya.
Purbaya menjelaskan, pemerintah memproyeksikan NTP pada 2027 berada di kisaran 126-128. Sementara itu, NTN diproyeksikan berada pada kisaran 106-110.
Terkait temuan typo dalam Nota Keuangan, Purbaya juga menyatakan akan melakukan perbaikan selama proses pembahasan RAPBN 2027.
"Sepakat, nanti kami perbaiki dalam masa diskusi ini. Karena memang diskusi ini untuk memperbaiki yang kurang-kurang juga," tutup Purbaya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Said Abdullah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Anggaran (Banggar), RAPBN 2027, dan anggaran MBG dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.