iklan periskop
Nasional

Viral Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras, Menag Minta Publik Jaga Sensitivitas Agama

Menag Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat menjaga etika publik usai kontroversi hafalan Al-Qur’an berhadiah miras di festival musik Ancol. Kasus ditangani aparat hukum, situasi di...

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan tanggapan terkait isu terkini, di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8). Periskop.id/Rachel Farahdiba R
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga batasan etika dan norma keagamaan di ruang publik. Imbauan ini merespons ramainya perbincangan di media sosial terkait dugaan penistaan agama dalam kegiatan perayaan yang memadukan lomba hafalan Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras (miras).

Nasaruddin menilai peristiwa tersebut kemungkinan dipicu oleh euforia perayaan menyambut momentum kemerdekaan yang tidak terkontrol secara sadar.

“Di situ ada kombinasi antara kegembiraan pada satu sisi ya, mungkin apa istilahnya itu, kemeriahan 17 Agustusan, tapi mungkin sadar atau tidak sadar memberikan hadiah itu seperti itu,” kata Menag Nasaruddin Umar di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8).

Kendati demikian, Nasaruddin menegaskan kehati-hatian terhadap simbol-simbol sakral keagamaan tetap tidak boleh diabaikan demi menjaga ketertiban umum.

“Tapi kan kita sudah berikan peringatan bahwa hal-hal seperti itu agak sensitif. Boleh gembira tetapi jangan sampai salah dalam membuat satu langkah, saya kira itu,” ujarnya.

Menanggapi langkah hukum serta penetapan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegaduhan tersebut, Menag menyatakan mempercayakan seluruh proses investigasi kepada aparat penegak hukum.

“Ya sudah ditangani pihak berwajib. Kita tunggu,” ungkap Nasaruddin.

Kontroversi ini bermula dari aksi spontan seorang pengunjung di booth merek minuman beralkohol Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8). Pengunjung tersebut mengambil mikrofon dari pembawa acara (MC) dan menggelar tantangan melafalkan Surah Ad-Duha kepada audiens lain dengan imbalan sebotol minuman keras.

Rekaman video kejadian tersebut mendadak viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari publik lantaran mengombinasikan ayat sakral keagamaan dengan promosi produk beralkohol. Pihak MC dan penyelenggara acara kemudian melayangkan permohonan maaf atas kelalaian mengontrol dinamika acara di lapangan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nasaruddin Umar dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.