periskop.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menetapkan perayaan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu (21/3). Keputusan penentuan hari kemenangan umat Islam ini merupakan hasil kesepakatan mutlak seluruh peserta forum sidang isbat.
Saat memimpin konferensi pers di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (19/3), ia menyampaikan langsung keputusan tersebut. "Berdasarkan hasil hisab, Kemenag melalui sidang isbat, maka disepakati tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret," katanya.
Rangkaian tahapan sidang penentuan bulan Syawal bermula sejak sore hari di kantor kementerian. Agenda kegiatan berawal dengan pemaparan seminar posisi hilal secara terbuka untuk masyarakat umum sekitar pukul 16.30 WIB.
Tim ahli kementerian memaparkan kondisi bulan baru mengacu perhitungan astronomi pada sesi seminar tersebut. Data hisab menunjukkan fenomena konjungsi atau ijtimak telah terjadi pada Kamis pagi.
Posisi hilal saat pemantauan sore hari diperkirakan sudah berada tepat di atas ufuk. Kondisi visibilitas ini merata secara menyeluruh di semua cakupan wilayah nusantara.
Agenda berlanjut ke pelaksanaan sidang isbat utama secara tertutup selepas waktu salat Magrib sekitar pukul 18.45 WIB. Pemerintah langsung mengumumkan hasil kesepakatan kepada publik usai pertemuan tersebut berakhir.
Penetapan awal bulan Syawal ini menggunakan kombinasi dua pendekatan utama secara komprehensif. Perhitungan hisab astronomi disandingkan langsung bersama hasil pengamatan rukyatul hilal di lapangan.
Tim pemantau melakukan observasi hilal pada ratusan titik berbeda di seluruh penjuru Indonesia. Jangkauan area pengamatan membentang luas dari ujung wilayah Aceh hingga daratan Papua.
Forum krusial ini melibatkan peran aktif berbagai pihak terkait secara menyeluruh. Unsur pemerintah, perwakilan ulama, hingga pakar astronomi bersinergi merumuskan keputusan pedoman umat Islam nasional.
Potensi perbedaan jadwal perayaan hari raya sempat mencuat akibat keragaman metode pandangan organisasi Islam. Muhammadiyah lebih dulu menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat (20/3) mengacu metode hisab hakiki wujudul hilal serta Kalender Hijriah Global Tunggal.
Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah memiliki proyeksi waktu berbeda menyambut hari kemenangan. PBNU memperkirakan Lebaran berpotensi jatuh pada Sabtu (21/3) mengacu kriteria imkanur rukyah.
Pemerintah merespons keragaman penetapan jadwal Idulfitri dengan pesan kedamaian. Seluruh lapisan masyarakat diimbau tetap tenang dan senantiasa mengedepankan sikap saling menghormati perbedaan perayaan.
Tinggalkan Komentar
Komentar