iklan periskop
Nasional

Purbaya Sebut Malas Bayar Bea Keluar Jadi Pemicu Maraknya Penyelundupan Emas

Kemenkeu dan Bareskrim Polri bersinergi memperketat pintu ekspor setelah membongkar kasus penyelundupan emas senilai Rp63 miliar di Bandara Soetta.

2 jam yang lalu · 2 mnt baca
Purbaya Sebut Malas Bayar Bea Keluar Jadi Pemicu Maraknya Penyelundupan Emas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga lonjakan kasus penyelundupan emas ke luar negeri sepanjang 2026 dipicu penerapan aturan bea keluar. Aturan tersebut dinilai memberikan insentif finansial tambahan bagi para pelaku yang nekat menghindari pajak ekspor.

Menurutnya, pengenaan tarif bea keluar mendorong para pelaku usaha nakal untuk mencari kelonggaran melalui jalur ilegal. Langkah nekat tersebut sengaja diambil demi meraup keuntungan berlipat ganda tanpa membayar kewajiban kepada negara.

"Aktivitas meningkat karena saat ini dikenakan bea keluar untuk emas, sehingga pelaku yang malas membayar mencoba menyelundupkan untuk mengambil keuntungan," kata Purbaya saat hadir dalam pengungkapan penyelundupan 23,793 kilogram ekspor emas dengan nilai Rp63 miliar di Bandara Soetta, Tangerang, Banten pada Kamis (13/8).

Ia membeberkan bahwa praktik penyelundupan komoditas ini sebelumnya tidak semarak sekarang. Maraknya aksi kejahatan tersebut terjadi lantaran dorongan keuntungan yang terlampau besar bagi pihak yang berhasil meloloskan emas tanpa dokumen resmi.

Guna meredam maraknya aksi kejahatan bisnis ini, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai langsung mengambil tindakan tegas. Pihaknya memperketat sistem pengawasan hingga memimpin investigasi mendalam terhadap para aktor intelektual di balik sindikat ini.

Purbaya menilai bahwa lonjakan arus barang haram tersebut memiliki kaitan erat dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Pengetatan aturan ekspor yang diterapkan pemerintah justru disinyalir cukup mengganggu ruang gerak para pelaku tambang ilegal tersebut.

"Ini diduga kuat memiliki hubungan dengan pihak PETI. Kebijakan yang diterapkan terbukti cukup mengganggu pihak PETI terkait, sehingga terjadi peningkatan penyelundupan. Pengawasan di semua titik keluar Indonesia akan diperketat," jelas Purbaya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, dan Emas dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.