iklan periskop
Nasional

Gempa NTT M7,7, Sebanyak 986 Wisatawan Pulau Padar Dipulangkan dengan Selamat

Gempa NTT M7,7 membuat 986 wisatawan Pulau Padar sempat tertahan. Seluruhnya telah kembali ke Labuan Bajo, sementara sejumlah hotel dan fasilitas wisata rusak

7 jam yang lalu · 4 mnt baca
Wisatawan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT t
Wisatawan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT turut merasakan gempa. dok. Instagram @nttfolks
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id  -  Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar berhasil dipulangkan dengan selamat ke Labuan Bajo setelah layanan pelayaran sempat dihentikan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8). Sejumlah hotel dan fasilitas wisata mengalami kerusakan, sementara operasional transportasi di kawasan Labuan Bajo masih dilakukan dengan sejumlah pembatasan.

Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa di kawasan Flores, Alor, Lembata dan Bima atau Floratama. Sebanyak 986 wisatawan di Pulau Padar sebelumnya tidak dapat kembali karena pelayaran dihentikan sementara sebagai langkah keselamatan. Setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo membuka kembali layanan, seluruh wisatawan tersebut berhasil kembali ke Labuan Bajo.

Evakuasi juga dilakukan terhadap tamu yang menginap di sejumlah hotel. Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo sempat diarahkan keluar bangunan menuju titik aman, antara lain Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan dari Meurorah Hotel yang sebelumnya dievakuasi menuju Puncak Waringin juga telah kembali ke akomodasi masing-masing setelah kondisi dinilai memungkinkan.

Gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB tersebut berdasarkan pemutakhiran BMKG berkekuatan magnitudo 7,7, berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dan berada pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB. Pemantauan muka air laut menunjukkan tsunami terdeteksi di sejumlah titik, termasuk Labuan Bajo dengan ketinggian 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB dan Maurole, Ende, setinggi 0,94 meter.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.

Hotel Jayakarta hingga Papita Mbay Rusak

Dampak gempa turut dirasakan sejumlah fasilitas akomodasi. Berdasarkan pendataan sementara BPOLBF hingga pukul 13.45 WITA, Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur hingga beberapa bagian bangunan roboh. Meski demikian, seluruh tamu dan karyawan dipastikan selamat dan telah dipindahkan ke hotel lain yang dinilai lebih aman.

Kerusakan lebih berat dilaporkan terjadi pada Hotel Papita Mbay di Kabupaten Nagekeo. Sementara Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala dan Meurorah dilaporkan mengalami kerusakan ringan atau retakan minor. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar fasilitas akomodasi juga telah kembali beroperasi.

Di sektor kuliner, Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat mengalami kerusakan ringan, tetapi seluruh staf serta pengunjung dilaporkan selamat. Gempa juga merobohkan tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo. Pemantauan terhadap fasilitas penunjang destinasi wisata masih dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum aktivitas kembali sepenuhnya normal.

Bandara Komodo Tetap Beroperasi dengan Pembatasan

Akses menuju kawasan wisata Flores juga terdampak. Kementerian Perhubungan melaporkan Bandara Komodo mengalami kerusakan pada Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, Gedung Administrasi serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara, tepatnya fillet Taxiway A. Tidak ada korban jiwa di bandara dan operasional tetap berjalan dengan pembatasan setelah pemeriksaan teknis dilakukan.

Kemenhub turut memeriksa fasilitas transportasi lain di NTT. Pelabuhan Laurentius Say mengalami kerusakan berupa robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu, sedangkan Pelabuhan Reo mengalami kerusakan pada kantor dan terminal. Di Pelabuhan Nangakeo, plafon runtuh dan tembok retak membuat layanan perintis dihentikan sementara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta masyarakat dan petugas tetap mengedepankan keselamatan meskipun peringatan tsunami telah dicabut. Pemeriksaan fasilitas dan koordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah serta operator transportasi terus dilakukan.

Selain transportasi, akses darat ikut terganggu akibat longsor dan tiang listrik yang roboh. Gangguan dilaporkan terjadi pada jalur Labuan Bajo-Ruteng, Bajawa-Ende, Ruteng-Borong hingga Ende-Moni. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur-jalur itu merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah kawasan di Flores.

Penutupan Festival Golo Koe Dibatalkan

Dampak gempa juga membuat seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe 2026 di Waterfront City Labuan Bajo dihentikan. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung Sabtu sore, termasuk misa penutupan, konser dan pentas seni serta pameran UMKM, tidak dilanjutkan demi keselamatan pengunjung dan masyarakat.

Festival yang berlangsung pada 10-15 Agustus 2026 tersebut sebelumnya masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata dan menjadi salah satu agenda untuk mendorong aktivitas wisata, UMKM, kuliner serta ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

"Perayaan yang semula menjadi momentum penutup festival kini dikesampingkan demi memberikan ruang bagi keprihatinan terhadap situasi kebencanaan," tulis penyelenggara Festival Golo Koe.

Korban Gempa NTT Capai 38 Orang

Di tengah proses pemulihan sektor pariwisata, penanganan korban menjadi prioritas utama pemerintah. BNPB mencatat hingga pukul 15.00 WIB sebanyak 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga dilaporkan melakukan pengungsian atau evakuasi secara mandiri.

Kementerian Pariwisata dan BPOLBF meminta pelaku usaha wisata, masyarakat maupun wisatawan yang masih berada di daerah terdampak untuk mengikuti perkembangan dari kanal resmi pemerintah. Wisatawan juga disarankan memastikan status pelayaran, penerbangan, kondisi penginapan dan akses menuju destinasi sebelum melanjutkan perjalanan karena pemeriksaan terhadap fasilitas masih berlangsung.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai gempa bumi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.