Warga Palangka Raya Cerita Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah Sempat Diliburkan
Warga Palangka Raya cerita dampak asap karhutla Kalimantan, dari kabut tebal hingga sekolah sempat diliburkan.

Periskop.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berdampak pada aktivitas warga di sejumlah wilayah Kalimantan. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kabut asap mulai terasa meski kondisinya disebut belum separah beberapa daerah lain.
Seorang warganet di Twitter atau X yang merupakan warga lokal, @vier4x4, menyampaikan kondisi terkini karhutla di wilayahnya kepada Periskop.id pada Rabu (19/8). Ia mengatakan, asap di Palangka Raya sudah cukup tebal, tetapi jarak pandang masih cukup baik.
“Palangka Raya gak seperah Kalsel (Kalimantan Selatan) kebetulan tapi asap tebel juga. Jarak pandang masih ada kalo di Palangka. Beberapa wilayah Kalteng yang parah itu di Sampit,” katanya kepada Periskop.id, Rabu (19/8).
Kebakaran Mulai Terasa sejak Juni
Menurut @vier4x4, kebakaran di Palangka Raya sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Juni. Pada periode tersebut, asap mulai muncul dan warga bahkan sempat merasakan abu akibat kebakaran.
Ia menyebut kondisi sempat terbantu oleh hujan buatan yang turun satu kali pada Juni. Namun, memasuki Juli, situasi disebut semakin memburuk karena titik kebakaran bertambah banyak.
“Palangka Raya sebenarnya sudah mulai kebakaran sejak Juni. Waktu itu sudah berasap dan bahkan sempat ada abu, tapi masih sempat turun hujan buatan sekali,” ujarnya.
Namun, memasuki Juli, jumlah titik kebakaran justru terus bertambah dan membuat kondisi udara kian memburuk.
“Masuk Juli, kondisinya makin parah karena titik kebakaran semakin banyak. Sayangnya, setelah Juni sudah tidak ada lagi hujan buatan. Sekarang air juga mulai susah karena kondisi semakin kering,” lanjutnya.
Aktivitas Sekolah Mulai Terdampak
Dampak karhutla juga mulai dirasakan pada kegiatan pendidikan. Menurut @vier4x4, sekolah di Palangka Raya pada umumnya masih berjalan. Namun, pada 18 Agustus sempat diliburkan karena kondisi asap sedang parah.
“Sekolah masih masuk, tapi tanggal 18 kemarin adikku diliburkan karena kondisi asapnya parah banget hari itu,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan belajar kembali berjalan pada hari berikutnya. Meski demikian, sejumlah aktivitas tambahan seperti ekstrakurikuler sudah mulai dihentikan untuk mengurangi paparan asap.
“Hari ini dia sudah masuk sekolah lagi, tapi kegiatan ekskul dan aktivitas lainnya diliburkan,” ujarnya.
Sang pemilik akun berharap penanganan karhutla dan penyemaian hujan buatan dapat segera ditingkatkan oleh pihak berwenang agar kepungan asap tidak semakin parah. Pasalnya, terdapat kekhawatiran meluasnya bencana asap ini berpotensi melumpuhkan total seluruh aktivitas masyarakat.
“Kalau kondisinya makin parah, bisa saja seperti tahun 2015 dulu, seluruh kegiatan di luar ruangan dihentikan,” tutupnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kalimantan, dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.