iklan periskop
Nasional

DKI Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Air Bersih Jadi Fokus

Pemprov DKI Jakarta mengirim bantuan Rp5,85 miliar untuk korban gempa NTT, mulai dari logistik, obat-obatan hingga fasilitas pengolahan air bersih

12 jam yang lalu · 5 mnt baca
BPBD DKI jakarta
Truk-truk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. dok. Pemprov DKI Jakarta
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5,85 miliar untuk masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain makanan dan perlengkapan pengungsian, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pengiriman ratusan toren hingga Mobile Water Treatment Plant.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur di lingkungan Pemprov DKI, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), hingga Baznas/Bazis DKI Jakarta.

"Bantuan ini hasil dari pengumpulan yang dilakukan oleh ASN, perangkat daerah, kemudian BUMD, Baznas/Bazis DKI Jakarta. Terkumpul sebesar Rp5.853.728.500," kata Pramono saat melepas bantuan dari Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Bantuan akan dikirim melalui dua jalur untuk mempercepat distribusi ke kawasan terdampak. Pengiriman udara diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan bantuan melalui jalur laut dikirim dari Pangkalan TNI AL Komando Armada I di Jakarta Utara.

Pengiriman tersebut baru menjadi tahap awal. Pemprov DKI masih membuka pengumpulan bantuan hingga 25 Agustus 2026 dan akan menyesuaikan tahap selanjutnya berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Ini adalah tahap awal dan Pemerintah DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi sampai dengan 25 Agustus 2026,” ujarnya.

Sebelum pelepasan bantuan pada Kamis, Pemprov DKI juga telah memberikan dukungan sejak sehari setelah gempa terjadi. Tim kesehatan turut diberangkatkan untuk memperkuat pelayanan medis bagi warga terdampak.

Kirim 200 Toren hingga Pengolah Air Senilai Rp2,5 Miliar

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Adapun bantuan logistik terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan dan cairan infus, makanan anak, serta 200 unit toren air dari PAM Jaya," katanya.

Selain barang kebutuhan tersebut, bantuan mencakup uang tunai sebesar Rp1,11 miliar serta komitmen penyediaan Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar.

Peralatan pengolahan air menjadi penting karena kebutuhan air bersih merupakan salah satu prioritas di lokasi pengungsian. Fasilitas tersebut dapat membantu mengolah sumber air yang tersedia agar dapat digunakan masyarakat selama jaringan atau fasilitas air bersih permanen belum sepenuhnya pulih.

Distribusi bantuan DKI dilakukan melalui sistem logistik nasional yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI. Skema tersebut digunakan agar barang dari pemerintah, dunia usaha, organisasi maupun masyarakat dapat dipetakan dan disalurkan sesuai kebutuhan setiap wilayah terdampak.

gempa bumi, NTT
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak gempa di NTT. dok. Kemendagri

Hampir 60 Ribu Warga Masih Mengungsi

Bantuan dari Jakarta datang ketika kebutuhan kemanusiaan di NTT masih tinggi.

Data resmi BNPB per Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa telah mencapai 71 orang. Pada saat yang sama, 59.647 warga masih berada di pengungsian, dengan jumlah terbesar terdapat di Kabupaten Manggarai sebanyak 20.333 jiwa.

BNPB menyebut fokus penanganan masih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, termasuk makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, sanitasi, layanan kesehatan, serta kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

“Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi sebanyak 71 jiwa,” demikian pembaruan BNPB mengenai dampak gempa tersebut.

Besarnya jumlah pengungsi menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat tidak hanya berada di posko terpusat. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri karena rumah mengalami kerusakan ataupun masih khawatir terhadap gempa susulan.

BMKG hingga Kamis (20/8/2026) pukul 05.00 WIB juga masih mencatat 3.394 gempa susulan, dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 99 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat, sementara 26 kejadian memiliki magnitudo 5 atau lebih.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenda, makanan, kesehatan dan air bersih masih menjadi prioritas selama warga belum dapat kembali dengan aman ke rumah masing-masing.

Ratusan Ton Bantuan Nasional Telah Masuk NTT

Bantuan Pemprov DKI menambah dukungan yang sudah dikirim pemerintah pusat dan berbagai unsur masyarakat. BNPB mencatat total 398 ton bantuan telah dikirim dalam periode 15-18 Agustus 2026 melalui jalur udara dan laut. 

Bantuan kemudian didistribusikan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian menggunakan jalur darat dengan mempertimbangkan kondisi akses dan geografis setiap daerah.

Transportasi laut juga digunakan untuk memperluas jangkauan bantuan. Salah satunya KRI Bung Hatta yang diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai dengan membawa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi serta bantuan dari masyarakat.

BNPB menegaskan distribusi bantuan tetap dilakukan secara bertahap agar dapat menjangkau tempat pengungsian mandiri yang tersebar di banyak lokasi.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari swasta. MedcoEnergi, misalnya, pada Kamis menyerahkan bantuan logistik kepada Posko Aju BNPB di Labuan Bajo. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan penyaluran melalui posko pemerintah membantu memastikan bantuan tercatat dan diarahkan ke daerah yang belum terjangkau.

"Kami sangat berterima kasih kepada MedcoEnergi yang sudah berkontribusi memberikan bantuan kepada korban gempa di Flores," kata Johni.

Bantuan DKI Akan Disesuaikan Kebutuhan Lapangan

Pemprov DKI menyatakan tahap berikutnya tidak akan semata-mata mengirim barang dalam jumlah besar. Jenis bantuan akan disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama Pemprov NTT, BNPB, dan tim yang berada langsung di lokasi bencana.

Pendekatan tersebut dibutuhkan karena kebutuhan warga dapat berubah seiring perkembangan masa tanggap darurat, mulai dari makanan dan obat-obatan pada fase awal menuju kebutuhan air, hunian sementara hingga pemulihan fasilitas dasar.

Dengan dana yang masih dikumpulkan sampai 25 Agustus, nilai bantuan DKI berpotensi bertambah dari Rp5,85 miliar. Untuk tahap awal, dukungan air bersih, logistik pengungsian, layanan kesehatan dan bantuan tunai menjadi prioritas bagi puluhan ribu masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian setelah gempa besar mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pramono Anung Wibowo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bantuan kemanusiaan, dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.