iklan periskop
Nasional

Enam Pesawat TNI AU Dikerahkan, Bawa Bantuan ke NTT dan 500 Pompa ke Kalimantan

Enam pesawat TNI AU diterbangkan serentak membawa 31 ton bantuan untuk korban gempa NTT dan 500 mesin pompa untuk penanganan karhutla Kalimantan

2 jam yang lalu · 4 mnt baca
teddy
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek bantuan yang siap dikirimkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (24/8/2026). dok. Sekretariat Kabinet
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah mengerahkan enam pesawat TNI Angkatan Udara secara serentak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (24/8/2026) pukul 04.30 WIB untuk menjalankan dua misi penanganan bencana sekaligus. Tiga pesawat membawa 31 ton logistik bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara tiga armada lainnya mengangkut 500 mesin pompa untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan tiga pesawat tujuan NTT diarahkan menuju Labuan Bajo dan Maumere. Muatan yang dibawa didominasi makanan siap konsumsi seperti biskuit, wafer, protein bar, roti, dan kebutuhan pangan lainnya. Pemerintah juga menyertakan mainan untuk anak-anak di wilayah terdampak gempa.

Pengiriman terbaru berlangsung ketika penanganan gempa M7,7 di NTT masih membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar. Hingga Minggu (23/8) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 91 orang meninggal dunia dan 161.084 warga mengungsi. Sebanyak 39 korban meninggal merupakan kelompok lanjut usia, sementara korban lainnya terdiri atas anak-anak hingga orang dewasa.

Bantuan NTT Sudah Tembus 1.226 Ton

Sebelum pengiriman terbaru dilakukan, distribusi bantuan untuk NTT telah mencapai skala lebih dari seribu ton.

BNPB mencatat secara kumulatif pada 15-23 Agustus sebanyak 1.226 ton bantuan logistik telah didistribusikan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Sekitar 869 ton dikirim menuju Labuan Bajo, sementara 356 ton disalurkan melalui Maumere. Pos dukungan logistik nasional juga telah menerima sekitar 1.750 ton bantuan dari 77 donatur.

Besarnya kebutuhan logistik berkaitan dengan luasnya dampak bencana. BNPB pada hari kedelapan pascagempa juga mencatat 53.971 rumah mengalami kerusakan, sementara proses verifikasi dan validasi terus dilakukan secara paralel di tujuh kabupaten terdampak.

Pengiriman 31 ton pada Senin menjadi tambahan dukungan yang diberangkatkan setelah pembaruan distribusi tersebut.

Di sisi lain, tiga pesawat TNI AU lainnya diarahkan menuju Pontianak di Kalimantan Barat, Palangka Raya di Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

"Sementara itu, tiga pesawat menuju Kalimantan, masing-masing ke Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin membawa 500 unit mesin pompa air yang merupakan bagian dari 2.000 unit mesin pompa yang akan dikirimkan secara bertahap," ujar Teddy.

Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang sekitar satu kilometer. Peralatan tersebut terutama dibutuhkan untuk membawa air mendekati titik kebakaran, termasuk pada kawasan gambut yang kerap sulit dijangkau dan memiliki bara api di bawah permukaan tanah.

2.000 Pompa Disiapkan untuk Karhutla Kalimantan

Pengiriman pompa dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8).

Pemerintah ketika itu memutuskan menambah mesin pompanisasi dan pipanisasi, personel, serta armada udara karena titik kebakaran masih tersebar di sejumlah wilayah. Sekretariat Negara mencatat pemerintah juga menyiapkan tambahan lebih dari 17 helikopter water bombing untuk memperkuat sekitar 30 pesawat yang telah berada di Kalimantan.

Selain armada udara, sekitar 1.500 prajurit TNI atau tiga batalyon dari luar Kalimantan diperintahkan membantu pemadaman titik-titik kebakaran yang lebih kecil. Operasi tersebut berjalan bersamaan dengan pemadaman darat, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.

Kebutuhan peralatan di lapangan juga berbeda pada setiap provinsi. Di Kalimantan Tengah, misalnya, pemerintah daerah melaporkan terdapat 19.992 hotspot sepanjang 1 Januari-22 Agustus 2026, dengan 1.639 kejadian karhutla. Luas lahan yang telah ditangani berdasarkan laporan harian 14 kabupaten/kota mencapai 4.499,21 hektare.

Karakteristik kebakaran di lahan gambut membuat operasi pompanisasi penting karena pemadaman tidak cukup hanya mematikan api yang terlihat di permukaan. Air perlu mencapai lapisan gambut yang masih menyimpan panas agar kebakaran tidak kembali muncul.

Presiden sebelumnya juga memerintahkan agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah diminta memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap, menambah tenaga kesehatan, serta memberikan edukasi mengenai risiko karhutla.

Prabowo Minta Bantuan Benar-Benar Sampai ke Warga

Teddy mengatakan pengiriman serentak ke NTT dan Kalimantan mencerminkan arahan Presiden agar penanganan bencana tidak berhenti pada pengerahan sumber daya dari pusat. Distribusi hingga titik penerima menjadi bagian yang harus dipastikan.

"Setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Pendekatan tersebut menjadi penting terutama di NTT, karena distribusi bantuan tidak hanya berhenti di Labuan Bajo dan Maumere. Dua wilayah itu menjadi titik logistik sebelum bantuan diteruskan menuju kabupaten, kecamatan, desa, hingga kawasan kepulauan yang terdampak.

Sementara di Kalimantan, penempatan pompa juga harus menyesuaikan perkembangan titik api, kondisi lahan, sumber air, serta akses petugas di lapangan. Pemerintah sebelumnya telah meminta operasi penanganan karhutla berlangsung secara cepat, terkoordinasi, dan serentak.

"Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka," ucap Teddy.

Dengan keberangkatan enam pesawat tersebut, pemerintah kini menjalankan dua operasi bencana besar secara bersamaan. Di NTT, fokus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan lebih dari 161 ribu pengungsi dan pemulihan wilayah pascagempa. Sementara di Kalimantan, tambahan pompa, personel, serta armada udara digunakan untuk mengejar titik-titik kebakaran agar tidak meluas selama kondisi kemarau masih meningkatkan risiko karhutla.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Teddy Indra Wijaya, seskab, pengiriman bantuan, Gempa NTT, dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.