Demo di Depan DPR Memanas, Massa Bakar Ban dan Lempar Batu ke Dalam Kompleks Parlemen
Demo di depan DPR, Kamis (27/8), memanas. Massa membakar ban dan rerumputan serta melempar batu ke dalam kompleks parlemen.

Periskop.id - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8), mulai memanas menjelang malam. Berdasarkan pantauan Periskop.id sekitar pukul 17.50 WIB, massa aksi yang terlihat sudah bukan mahasiswa masih bertahan di depan kompleks parlemen membakar ban di tengah situasi yang semakin tegang.
Pembakaran dilakukan setelah massa yang berada di depan Gedung DPR tidak kunjung diperbolehkan masuk ke area kompleks parlemen. Selain membakar ban, massa juga membakar sejumlah rerumputan yang berada di balik pagar pembatas di depan gedung.
Petugas yang berjaga di lokasi langsung bergerak untuk memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Upaya tersebut membuat area depan Gedung DPR sempat dipenuhi asap putih dari alat pemadam.
Situasi kemudian semakin memanas ketika sebagian massa melemparkan botol dan batu ke arah dalam kompleks Gedung DPR. Di tengah aksi tersebut, massa terdengar meneriakkan tuntutan secara berulang.
“Revolusi, revolusi, revolusi,” teriak massa aksi di depan Gedung DPR.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menjadi salah satu kelompok utama dalam aksi telah membubarkan diri pada Kamis siang. Mereka meninggalkan kawasan DPR setelah menerima komitmen pimpinan DPR mengenai penyelesaian RUU Perampasan Aset.
Dalam audiensi tersebut, DPR menyatakan target penyelesaian RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026. Target tersebut kemudian ditegaskan dalam rapat paripurna DPR pada hari yang sama. Ketua DPR Puan Maharani menyebut masih tersedia sekitar empat hingga lima bulan untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembahasan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Demo Hari Ini dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.