Sisy dan Suami Jadi Relawan di Tengah Aksi Demo Senayan
Sisy dan suami turun tangan di aksi Senayan, memunguti sampah dan menyalurkan logistik agar demo berlangsung aman dan manusiawi.

Periskop.id – Di tengah riuh ribuan massa aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8), seorang warga Jakarta Selatan bernama Sisy memilih mengambil peran di garda belakang.
Bersama sang suami, Reza, ia terjun langsung memunguti sampah yang berserakan di jalan sekaligus menyalurkan bantuan makanan dan minuman bagi para demonstran.
Sisy mengungkapkan, inisiatif tersebut lahir dari kesepakatannya terhadap aspirasi masyarakat sipil. Ia ingin memastikan hak warga negara dalam menyuarakan pendapat di muka umum dapat berlangsung aman, bersih, dan manusiawi.
"Yang pertama saya sepakat dengan apa yang disuarakan oleh masyarakat sipil. Dan bagian yang paling bisa saya bantu secara maksimal adalah membersihkan jalanan agar pasukan oranye setelah ini tidak terlalu berat kerjanya. Selain itu, saya bisa membantu suplai makanan dan minuman," ujar Sisy saat ditemui di sela-sela aksi.
Bagi Sisy, aksi unjuk rasa merupakan instrumen demokrasi yang dilindungi undang-undang. Karena itu, demonstrasi harus dijauhkan dari berbagai stereotip negatif yang kerap disematkan pada para demonstran.
"Aksi demonstrasi adalah kegiatan yang dilindungi undang-undang. Jadi semuanya harus terlindungi, aman. Saya tidak ingin ada stigma bahwa demo itu bikin rusuh, kotor, atau membuat orang pingsan karena kepanasan dan kehausan. Jadi saya rasa ini yang paling bisa saya bantu," tuturnya.
Sisy menceritakan, dirinya langsung bergegas menuju kawasan Senayan seusai menyelesaikan jam kerja pada pukul 13.30 WIB. Meski harus menempuh jalan memutar akibat banyaknya penutupan akses di sekitar Senayan Park (SPARK), ia tetap bertekad hadir.
Di lapangan, ia dan suaminya berbagi peran. Sisy fokus menyisir sampah plastik, sementara sang suami mengangkut delapan dus logistik berisi air minum dan makanan ringan dari kendaraan mereka untuk dibagikan kepada massa. Pasangan suami istri ini mengaku tidak gentar menghadapi potensi gesekan atau lemparan batu selama aksi berlangsung.
"Saya sudah pernah berbicara dengan suami, sudah sepakat, selama membela yang benar dan halal, kalau salah satu dari kami sakit atau kenapa-kenapa, ya tidak apa-apa," tegasnya.
Sebagai warga negara, Sisy berharap suara dan kegelisahan yang dibawa berbagai elemen masyarakat dalam demonstrasi kali ini benar-benar didengar dan direspons secara terbuka oleh para pemangku kebijakan.
"Dari dulu semua sama, hanya ingin didengar dan ditanggapi. Itu saja tidak pernah didapat. Kami tidak pernah ada duduk bersama dengan pihak berwenang, yang punya jabatan, itu saja," ungkap Sisy.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Demo Hari Ini dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.