LRT Manggarai-Dukuh Atas Mulai Dibangun Januari 2027, Target Rampung Agustus 2028
Pemprov DKI menargetkan pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dimulai Januari 2027 dan selesai Agustus 2028 dengan kebutuhan dana sekitar Rp2,7 triliun

Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas dimulai paling lambat Januari 2027 dan selesai pada Agustus 2028. Proyek tersebut menjadi tahap lanjutan pengembangan jaringan LRT setelah rute Kelapa Gading-Manggarai mulai beroperasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pendanaan dasar untuk pembangunan jalur tersebut telah tersedia. Meski demikian, Pemprov DKI tetap membuka beberapa opsi pembiayaan agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal.
“Untuk pembangunan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, saya sudah meminta, karena dananya sudah ada, paling lama Januari untuk dimulai supaya tahun 2028 bulan Agustus sudah bisa selesai sampai dengan Dukuh Atas,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Jalur Manggarai-Dukuh Atas atau LRT Jakarta Fase 1C direncanakan memiliki panjang sekitar 2-2,4 kilometer. Pemprov DKI sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggarannya sekitar Rp2,7 triliun, sedangkan profil investasi Jakarta Investment Centre mencantumkan estimasi investasi sekitar Rp2,9 triliun. Perbedaan angka tersebut mencerminkan estimasi pada dokumen dan tahap perencanaan yang berbeda.
Dengan demikian, angka Rp2,7 miliar yang tercantum dalam naskah awal tidak sesuai dengan data proyek yang telah dipublikasikan Pemprov DKI maupun keterangan Pramono sebelumnya, yang menyebut kebutuhan pendanaan sekitar Rp2,7 triliun.
Bisa Dibiayai APBD, Obligasi, hingga Danantara
Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak ingin menggantungkan pembangunan LRT hanya pada satu sumber pembiayaan. Pemerintah provinsi menyiapkan opsi APBD, penerbitan obligasi daerah, maupun dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. “Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” ungkap Pramono.
Pemprov DKI sebelumnya telah memasukkan LRT Manggarai-Dukuh Atas sebagai salah satu proyek yang berpotensi dibiayai melalui obligasi daerah. Selain LRT, dana obligasi juga direncanakan untuk sejumlah proyek pelayanan publik seperti rumah sakit, sekolah, embung, polder, dan rumah susun.
Pramono juga telah meminta dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam melanjutkan pengembangan jaringan LRT Jakarta, termasuk rute menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan Halim yang direncanakan terhubung dengan layanan Kereta Cepat Whoosh.
Permintaan itu mendapat respons langsung dari Presiden Prabowo Subianto ketika meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026). "Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," kata Prabowo.
Dukuh Atas Jadi Titik Integrasi Transportasi
Perpanjangan jalur ke Dukuh Atas dinilai strategis karena kawasan tersebut merupakan salah satu simpul transportasi publik terbesar di Jakarta. Jakarta Investment Centre mencatat LRT Fase 1C akan terhubung dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan Transjakarta. Jalur tersebut juga akan terkoneksi dengan pengembangan transport hubdi kawasan Dukuh Atas.
Pemprov DKI juga tengah menyiapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang ditargetkan selesai pada akhir 2028. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperkuat integrasi enam moda, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL, Kereta Bandara, Transjakarta, serta LRT Jakarta.
Pramono sebelumnya menggambarkan perpanjangan tersebut sebagai bagian penting untuk menghubungkan wilayah utara hingga pusat Jakarta.
“Kalau itu terjadi (Pegangsaan 2-Dukuh Atas), kita bisa membayangkan teman-teman yang dari Pondok Labu ingin makan di Kelapa Gading, waktunya di bawah satu jam. Karena dari Pondok Labu naik MRT kemudian ganti naik LRT, kurang lebih satu jam lah,” jelas Pramono.
LRT Kelapa Gading-Manggarai Jadi Fondasi
Pengembangan menuju Dukuh Atas melanjutkan jaringan LRT Jakarta yang kini telah mencapai Manggarai. Koridor Pegangsaan Dua-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan nilai investasi sekitar Rp12,5 triliun. Pemprov DKI memproyeksikan jalur tersebut dapat melayani sekitar 60.000 penumpang per hari pada tahap awal dan meningkat hingga 80.000 penumpang per hari ketika operasional telah stabil.
Dari Manggarai, pengguna juga dapat berpindah ke KRL Commuter Line dan Kereta Bandara. Sementara setelah jalur diperpanjang ke Dukuh Atas, jaringan LRT akan mendapat akses lebih dekat ke MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan berbagai layanan transportasi lain.
Pemprov DKI menargetkan proyek Manggarai-Dukuh Atas dapat selesai tepat pada Agustus 2028. Jika jadwal tersebut tercapai, pembangunan itu akan memperkuat Dukuh Atas sebagai salah satu simpul utama integrasi angkutan massal di Jakarta sekaligus menjadi pijakan untuk perluasan LRT selanjutnya menuju JIS dan Halim.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Lintas Rel Terpadu (LRT), dan manggarai - dukuh atas dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.