banner-sheroes-yoga
Nasional

Prabowo Targetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Sebelum 2029

Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih rampung sebelum 2029 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9). (Dok. Setpres)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih rampung sebelum 2029.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat (18/9) malam.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Prabowo menjelaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menyebut pemerintah menargetkan 1.300 kampung nelayan selesai tahun ini, kemudian dilanjutkan dengan 2.000 kampung pada 2027 dan 2.000 lainnya pada 2028.

"Kita yang tidak pernah diperhatikan selama sekian puluh tahun, tahun ini akan menyelesaikan 1.300 kampung nelayan dan tahun depan sasaran kita 2.000 kampung nelayan. Tahun 2028, 2.000 lagi. Sebelum 2029 sasaran kita 5.000 kampung nelayan," kata Prabowo. 

Menurut Prabowo, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya dibangun sebagai kawasan permukiman.

Ia mengatakan kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas yang menunjang kegiatan ekonomi dan kebutuhan operasional nelayan.

Prabowo menyebut ruang pendingin, fasilitas pembuatan es, dan stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) termasuk infrastruktur yang akan disiapkan.

Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan agar aktivitas nelayan dapat berjalan lebih efektif.

Selain fasilitas utama, Prabowo mengatakan pemerintah akan menyediakan gudang dan kendaraan untuk membantu mengirim hasil tangkapan menuju pasar.

Distribusi tersebut dinilai penting untuk memperlancar rantai pasok hasil perikanan dari kawasan pesisir.

Prabowo juga membuka kemungkinan pembangunan lapangan terbang di sekitar kampung nelayan.

Menurutnya, opsi itu dapat digunakan untuk mempercepat pengiriman ikan bernilai tinggi ke pasar internasional.

"Kalau perlu kita akan bikin lapangan terbang dekat kampung-kampung nelayan itu supaya ikan yang bernilai masih segar bisa diangkut dengan pesawat menuju pasar-pasar dunia," ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, pembangunan berbagai infrastruktur tersebut ditujukan untuk mempertahankan kesegaran hasil tangkapan sekaligus memperluas jalur pemasaran.

Prabowo menilai akses menuju pasar dunia menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor perikanan nasional.

Di sisi armada, Prabowo mengatakan pemerintah telah memesan sedikitnya 1.500 kapal nelayan.

Kapal dengan kapasitas hingga 100 gros ton (GT) itu nantinya akan disalurkan ke kampung-kampung nelayan.

Prabowo menegaskan, dukungan terhadap nelayan berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat.

Menurutnya, nelayan memiliki peran dalam menyediakan sumber protein bagi bangsa Indonesia, termasuk bagi anak-anak.

"Pokoknya para nelayan kita harus diurus karena dia menghasilkan protein untuk bangsa Indonesia, dia menghasilkan protein untuk anak-anak Indonesia," katanya.

Prabowo mengatakan perhatian pemerintah kepada nelayan juga menjadi bagian dari agenda memperkuat ketahanan pangan.

Ia menilai peningkatan dukungan terhadap masyarakat pesisir perlu berjalan bersama dengan pembangunan infrastruktur dan penyediaan armada penangkapan ikan.

Melalui program tersebut, Prabowo berharap produktivitas nelayan dapat meningkat dan hasil perikanan Indonesia memiliki akses lebih luas ke pasar global.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan Kampung Nelayan Merah Putih dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.