Prabowo Pertanyakan Rp234 T Dana Pemda Mengendap di Bank
Presiden Prabowo mempertanyakan dana pemda senilai Rp234 triliun yang mengendap di bank dan belum digunakan untuk pembangunan daerah.

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan dana pemerintah daerah yang mengendap di bank dan belum digunakan untuk pembangunan, dengan nilai simpanan menembus Rp234 triliun. Ia menilai dana tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk membangun infrastruktur dasar di desa.
Kepala Negara menyebutkan, transfer anggaran dari pusat ke daerah kerap tak terserap akibat konflik internal pemerintahan lokal. Ia mencontohkan perselisihan antara bupati dan DPRD, atau gubernur dan DPRD provinsi, sebagai salah satu penyebabnya.
"Kadang-kadang aneh, uang oleh pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti, ditaruh di bank, ada macam-macam atau ada konflik antara bupati sama DPRD. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer, enggak dipakai," kata Prabowo dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang tayang di kanal YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9).
Prabowo juga menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di desa yang dinilai timpang dengan besaran anggaran yang sudah disalurkan pemerintah pusat. Ia mencontohkan proyek jembatan desa yang sebetulnya bisa rampung dengan anggaran sekitar Rp400 juta, namun hingga kini belum terealisasi di banyak wilayah.
"Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Rp1 miliar, selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah, kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat, padahal jembatan itu hanya Rp400 juta?" tegas Prabowo.
Sorotan mengenai dana pemda yang mengendap di bank sebenarnya bukan isu baru. Purbaya Yudhi Sadewa, saat masih menjabat Menteri Keuangan, pernah menyinggung persoalan serupa.
Purbaya menjelaskan, minimnya penyerapan dana daerah bukan disebabkan kekurangan anggaran, melainkan lambatnya realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pusat, menurutnya, sudah menyalurkan transfer ke daerah dengan cepat.
"Pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat. Sekali lagi, untuk memastikan uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat," ujar Purbaya dalam acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/10).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 15 Oktober 2025, dana pemda yang tersimpan di perbankan mencapai Rp234 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi simpanan kas daerah hingga akhir September 2025.
Data Kemenkeu mencatat jumlah dana pemda yang mengendap di bank berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, nilainya tercatat Rp194,1 triliun, lalu naik menjadi Rp223,8 triliun pada 2022.
Angka tersebut sempat turun menjadi Rp211,7 triliun pada 2023, dan kembali menyusut ke Rp208,6 triliun pada 2024. Namun pada 2025, dana pemda yang tersimpan di bank melonjak menjadi Rp234 triliun, level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Ke mana uang itu?" tanya Prabowo.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, dan dana pemda dengan mengeklik tautan.







Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.