banner-sheroes-yoga
Olahraga

Penyerang Timnas Iran Mehdi Taremi Tinggalkan Sepak Bola, Pilih Masuk Tentara

“Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah saya berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana,”

Pemain Nasional Iran Mehdi Taremi
Pemain Iran Mehdi Taremi dikepung tiga pemain Amerika Serikat pada laga Grup B Piala Dunia 2022 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Selasa (29/11/2022). AS melaju ke 16 besar Piala Dunia 2022 setelah menundukkan Iran 1-0. Antara Foto/ Reuters/ Wolfgang Rattay
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Penyerang tim nasional Iran Mehdi Taremi dikabarkan akan meninggalkan karir sepak bola dan masuk tentara Iran. Hal ini diputuskannya setelah memanasnya konflik antara negaranya dengan Amerika Serikat-Israel.

Dalam laporan media Turki, Haberler, Taremi yang kini membela klub Yunani Olympiacos, bersiap untuk meninggalkan klub dan bergabung dengan garda tentara Iran.

“Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah saya berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana,” kata Taremi dikutip Haberler, Selasa (3/3). 

Mantan pemain Inter Milan tersebut masih dalam tahap negosiasi untuk meninggalkan Olympiacos. Sedangkan Federasi Sepak Bola Iran FFIRI membujuk bomber berusia 33 tahun itu untuk tetap bertahan di Yunani, karena faktor keamanan di tengah kondisi konflik yang kian memanas.

Sumber media Iran menyebut, FFIRI berusaha tetap mempertahankan Taremi untuk berkarir mengolah si kulit bundar. Namun segala keputusan saat ini berada di tangan Taremi.

Di musim ini, mantan penyerang FC Porto tersebut kembali menemukan performa terbaiknya bersama dengan Olympiacos. Di Liga Super Yunani, Taremi telah mencatatkan 10 gol dan tiga assits dari 16 pertandingan yang dijalani. Selain itu, Taremi juga mencatatkan dua gol dan dua assits di Liga Champions.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Mehdi Taremi, Timnas Iran, masuk tentara, dan sepak bola dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.