Otomotif

Standar Ketat Ban Aftermarket di California untuk Hemat Konsumsi Energi Negara

California bakal mewajibkan ban pengganti kendaraan memenuhi standar hambatan gulir rendah mulai 2029, demi tekan konsumsi energi dan emisi karbon.

6 hari yang lalu · 2 mnt baca
Mikroplastik dari Ban, Ancaman Tersembunyi di Setiap Hujan
Ilustrasi ban mobil. Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - California Energy Commission (CEC) resmi mengesahkan aturan baru soal ban pengganti kendaraan di negara bagian California, Amerika Serikat. Kebijakan ini mewajibkan produk ban aftermarket memenuhi standar hambatan gulir atau rolling resistance, agar kendaraan tidak jadi lebih boros bahan bakar maupun listrik setelah ban asli diganti.

Aturan tersebut dituangkan dalam program bernama Replacement Tire Efficiency Program (RTEP). Tujuannya sederhana, menjaga efisiensi energi kendaraan tetap terjaga meski penggunanya mengganti ban dengan produk lain di pasaran.

Selama ini, kendaraan baru umumnya sudah dibekali ban berhambatan gulir rendah sejak keluar pabrik, demi mendukung efisiensi konsumsi energi. Namun begitu ban tersebut aus, konsumen memiliki pilihan jauh lebih luas, termasuk produk dengan hambatan gulir yang justru lebih tinggi.

CarsCoops melaporkan pada Kamis (20/8) waktu setempat, kondisi itulah yang mendorong CEC menyusun standar baru bagi ban pengganti. Regulator ingin memastikan efisiensi bahan bakar kendaraan tidak merosot hanya karena pergantian ban.

Dari sisi hitungan ekonomi, CEC memperkirakan kebijakan ini bisa menghemat biaya bahan bakar konsumen California hingga hampir US$1 miliar per tahun. Selain itu, emisi karbon diproyeksikan berkurang sekitar 2 juta metrik ton setiap tahunnya.

Penerapan aturan ini tidak dilakukan sekaligus. Tahap pertama baru berlaku pada 2029, sebelum standarnya diperketat lagi pada 2033.

Sejumlah jenis ban mendapat pengecualian dari kebijakan ini. Ban kompetisi berperforma tinggi, ban off-road, dan ban musim dingin tidak masuk dalam cakupan aturan baru tersebut.

Meski demikian, kebijakan ini bukan tanpa perlawanan. Sejumlah pelaku industri khawatir standar baru justru mengerek harga ban dan mempersempit pilihan konsumen di pasar.

Kekhawatiran lain muncul soal potensi masuknya ban impor murah yang tidak memenuhi standar hambatan gulir untuk kendaraan tertentu. Isu ini dinilai bisa jadi celah baru di tengah penerapan aturan yang lebih ketat.

CEC merespons kekhawatiran tersebut dengan argumen bahwa biaya tambahan pembuatan ban bisa dikompensasi lewat penghematan energi sepanjang masa pakai ban. Beberapa produsen besar seperti Michelin dan Bridgestone bahkan sudah menyatakan dukungan terhadap kebijakan ini.

Bagi industri ban secara global, aturan California ini berpotensi menjadi preseden baru. Jika negara bagian lain di Amerika Serikat mengikuti langkah serupa, efisiensi ban bisa bergeser dari sekadar nilai tambah produk menjadi persyaratan wajib di pasar otomotif AS.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai produk otomotif dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.