Periskop.id - Bank Danamon memproyeksikan kendaraan energi baru (NEV) bakal menguasai 31,7% dari total penjualan mobil grosir nasional pada 2026. Penjualan NEV dari pabrik ke diler diperkirakan tembus 261.248 unit sepanjang tahun ini.
Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memaparkan, adopsi NEV bakal jadi penggerak utama pertumbuhan industri otomotif pada semester II 2026. Menurutnya, tren ini didukung biaya operasional yang lebih murah, pilihan model yang makin beragam, serta keinginan konsumen mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar konvensional.
"Adopsi NEV diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan grosir pada semester II 2026," kata Irman berdasarkan kajian Indonesia Market Color yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8).
Harga bahan bakar yang relatif tinggi, menurut Irman, ikut mendorong konsumen mempertimbangkan kendaraan dengan biaya penggunaan harian lebih murah, terutama untuk mobilitas di perkotaan.
"Harga bahan bakar yang relatif tinggi turut membuat konsumen mempertimbangkan kendaraan dengan biaya penggunaan harian yang lebih rendah, terutama untuk mobilitas perkotaan," ujarnya.
Dari sisi peluncuran produk, Danamon mencatat ada 26 model kendaraan roda empat baru yang dirilis pada Juli 2026. Total peluncuran sepanjang Januari-Juli tahun ini mencapai 50 model.
Sebanyak 78% dari peluncuran model pada Juli merupakan kendaraan energi baru. Kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mengambil porsi 52% dari total model yang diperkenalkan pada bulan tersebut, dengan rentang harga Rp300 juta hingga Rp500 juta yang menyasar konsumen kelas menengah perkotaan.
Selain BEV, produsen otomotif juga memperkenalkan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh (REEV). Kedua jenis kendaraan ini dinilai dapat menjawab kekhawatiran konsumen soal jarak perjalanan.
Irman menyebutkan, pertumbuhan BEV diperkirakan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena dukungan infrastruktur pengisian daya serta kebijakan yang lebih berkembang. Sementara PHEV dan REEV diprediksi makin diminati konsumen perkotaan di luar Jakarta karena menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
"Diperkirakan pertumbuhan BEV akan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena dukungan infrastruktur pengisian daya dan kebijakan yang lebih berkembang," tutur dia.
Data registrasi kendaraan yang diolah Ekonom Bank Danamon menunjukkan pendaftaran mobil baru pada Juli 2026 mencapai 76.412 unit, tumbuh 9,8% secara tahunan. Registrasi sepeda motor baru pada periode yang sama mencapai 571.544 unit atau naik 5,1% secara tahunan.
"Meski tetap tumbuh, perlambatan laju registrasi menunjukkan permintaan kendaraan masih menghadapi tekanan," ungkapnya.
Dari sisi kebijakan, pemerintah menyalurkan insentif perpajakan terkait NEV senilai Rp4,2 triliun pada 2025, berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang telah diaudit. Sekitar Rp3,9 triliun dari jumlah tersebut dialokasikan untuk BEV.
Dukungan insentif, penambahan pilihan kendaraan, dan persaingan harga tercatat mengerek pangsa pasar NEV dari 12,1% pada 2024 menjadi 21,9% pada 2025.
"Meski tetap tumbuh, perlambatan laju registrasi menunjukkan permintaan kendaraan masih menghadapi tekanan," kata Irman, sembari menambahkan peningkatan insentif perlu diiringi penguatan keterjangkauan harga, infrastruktur pengisian daya, dan keberagaman model agar pertumbuhan pasar NEV berlangsung berkelanjutan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar