periskop.id - Toyota kembali memperkenalkan konsep kendaraan listrik unik bernama Land Hopper. Kendaraan ini bukan mobil SUV seperti lini Land Cruiser yang legendaris, melainkan motor listrik roda tiga berukuran ringkas yang dirancang khusus untuk petualangan off-road ringan dan mobilitas jarak pendek.

Konsep tersebut pertama kali muncul dalam ajang Japan Mobility Show, lalu kembali menjadi sorotan karena disebut siap diproduksi mulai 2027.

Mengutip Visordown, Toyota Land Hopper hadir dengan desain yang langsung mengingatkan publik pada karakter tangguh Toyota Land Cruiser. Filosofinya sederhana: ketika mobil besar tidak lagi bisa melanjutkan perjalanan di jalur sempit, berbatu, atau area pegunungan, Land Hopper menjadi kendaraan lanjutan untuk menjangkau lokasi yang lebih sulit. 

Konsep ini mirip kendaraan “last mile mobility”, tetapi dikemas dengan nuansa petualangan khas SUV off-road Toyota.

Secara desain, Land Hopper menggunakan konfigurasi tiga roda dengan dua roda di depan dan satu roda di belakang. Sistem ini dipilih untuk memberikan stabilitas lebih baik saat melintasi medan tidak rata. 

Toyota juga membekali kendaraan tersebut dengan mekanisme leaning atau kemiringan aktif, sehingga roda depan dapat bergerak independen mengikuti kontur jalan. 

Teknologi seperti ini biasanya ditemukan pada motor roda tiga premium karena mampu meningkatkan keseimbangan ketika menikung maupun saat melewati bebatuan.

Dimensi Land Hopper

Dimensi Land Hopper tergolong sangat kompak. Dalam kondisi normal, panjang kendaraan sekitar 1.370 mm dengan lebar 590 mm dan tinggi 990 mm. 

Menariknya, kendaraan ini dapat dilipat hingga ukurannya menyusut menjadi sekitar 680 mm saat disimpan. Stang dapat dilipat, jok bisa dilepas, dan roda belakang masuk ke bagian tengah sehingga kendaraan cukup kecil untuk dimasukkan ke bagasi SUV seperti Land Cruiser.

Toyota menyebut Land Hopper sebagai kendaraan listrik personal yang cocok untuk aktivitas outdoor, touring, hingga eksplorasi area pegunungan. 

Kendaraan ini juga dirancang cukup ramah untuk penggunaan harian di area perkotaan. Dalam beberapa laporan media Jepang, Land Hopper bahkan dikategorikan sebagai kendaraan listrik ringan yang di Jepang dapat digunakan tanpa SIM khusus bagi pengguna usia 16 tahun ke atas, mengikuti regulasi kendaraan listrik kecil terbaru di negara tersebut.

Dari sisi performa, Toyota memang belum mengumumkan detail tenaga motor listrik maupun kapasitas baterainya. 

Namun, prototipe yang dipamerkan memiliki mode kecepatan rendah sekitar 6 km/jam dan mode normal hingga 20 km/jam. Kecepatan tersebut menunjukkan bahwa Land Hopper lebih difokuskan sebagai kendaraan eksplorasi santai dibanding motor listrik performa tinggi.

Keunggulan lain Land Hopper ada pada sistem baterainya yang dapat dilepas. Pengisian daya disebut dapat dilakukan menggunakan colokan rumah biasa tanpa charger khusus. Pendekatan seperti ini mulai menjadi tren di industri kendaraan listrik ringan karena memudahkan pengguna melakukan pengisian daya di mana saja.

Jika melihat tren industri otomotif global, kehadiran Land Hopper sebenarnya memperlihatkan strategi baru Toyota dalam mengembangkan ekosistem mobilitas. Produsen asal Jepang itu tidak lagi hanya fokus pada mobil konvensional, tetapi mulai masuk ke segmen micro mobility dan kendaraan listrik kompak. 

Sebelumnya Toyota juga pernah menghadirkan kendaraan kecil seperti C+Walk dan C+Pod untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Hingga saat ini Toyota belum mengumumkan harga resmi Land Hopper. Namun berbagai media Jepang melaporkan produksi massal kemungkinan dimulai setelah musim semi 2027 dengan pasar Jepang sebagai target awal.