periskop.id - Lahirnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam perjalanan elektrifikasi transportasi di Indonesia. Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) menilai kebijakan ini mampu mengurai hambatan struktural yang selama bertahun-tahun menahan laju pasar kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).
Sekretaris Jenderal AEML, Rian Ernest, menegaskan bahwa adopsi kendaraan listrik secara masif akan membawa manfaat nyata.
“Langit kota lebih biru, beban subsidi BBM berkurang signifikan, serta ketahanan energi nasional semakin kuat karena ketergantungan impor BBM menurun,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (2/2).
Dampak regulasi ini terlihat jelas. Penjualan BEV roda empat tumbuh rata-rata 147% per tahun, sementara pilihan model melonjak dari 16 menjadi lebih dari 130 varian.
“Elektrifikasi bukan sekadar isu lingkungan, tetapi strategi kemandirian energi. Sekitar 97% listrik nasional bersumber dari domestik, berbeda dengan BBM yang masih bergantung pada impor,” ungkap Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Pembangunan, Rachmat Kaimuddin.
Selain pasar, investasi juga meningkat tajam. BKPM mencatat realisasi investasi Rp36,1 triliun pada periode 2023–2025, dengan pertumbuhan 147%. Deputi BKPM, Roro Reni Fitriani, menekankan bahwa insentif tidak hanya membuka keran impor, tetapi mendorong komitmen jangka panjang melalui pembangunan pabrik.
Saat ini, terdapat 14 perusahaan yang berproduksi di Indonesia dengan kapasitas nasional mencapai 410 ribu unit per tahun.
Data pemerintah menunjukkan bahwa pangsa produksi domestik kendaraan listrik kini mencapai 65%, naik drastis dari hanya 12% sebelum Perpres diberlakukan. Hal ini menandakan Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar konsumsi, melainkan mulai menjadi basis produksi regional.
Tren ini sejalan dengan laporan International Energy Agency (IEA) yang mencatat penjualan mobil listrik global tumbuh 35% pada 2023, dengan Asia menjadi motor utama. Indonesia, dengan populasi besar dan pasar otomotif yang dinamis, berpotensi menjadi pemain penting di kawasan.
Tinggalkan Komentar
Komentar