iklan periskop
Pasar Modal

Profil Alex Widi Kristiono, Komisaris Baru BEI

Alex Widi Kristiono resmi menjadi Komisaris BEI. Simak profil, rekam jejak karier, dan latar belakang pendidikan komisaris baru Bursa.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
Profil Alex Widi Kristiono, Komisaris Baru BEI
Alex Widi Kristiono resmi diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Agustus 2026
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Alex Widi Kristiono resmi diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Agustus 2026.

Alex memiliki pengalaman panjang di industri pasar modal, khususnya di bidang operasional, manajemen risiko, dan perusahaan sekuritas.

Berdasarkan profil yang disampaikan BEI dalam konferensi pers RUPSLB, Alex menjabat sebagai Managing Director Risk Management & Operations PT Mandiri Sekuritas sejak Juli 2022 hingga saat ini.

Sebelumnya, Alex menduduki posisi Managing Director Operations PT Indo Premier Sekuritas pada Januari 2014 hingga Mei 2022. Pengalaman di industri jasa keuangan tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebelum masuk ke jajaran Dewan Komisaris BEI.

Alex juga pernah menjabat sebagai Direktur PT Cardig Aero Services pada September 2011 hingga Desember 2013. Sebelum itu, ia berkarier sebagai Manager Business Development, Asia South di PT Cabot Indonesia pada 2010-2011.

Pada 2010, Alex tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Indomining.

Dari sisi pendidikan, Alex meraih gelar Magister International Business Management dari University of Westminster, London. Ia juga merupakan lulusan S1 Hubungan Internasional dari Universitas Katolik Parahyangan.

Pengangkatan Alex sebagai komisaris BEI dilakukan untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Oki Ramadana. Masa jabatan Alex meneruskan sisa masa jabatan komisaris yang digantikannya, yakni periode 2024-2028, efektif sejak penutupan RUPSLB hingga penutupan RUPS Tahunan BEI pada 2028.

Pengangkatan Alex berlangsung di tengah persiapan BEI menjalankan proses demutualisasi. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sebelumnya menyatakan demutualisasi diperlukan untuk mendorong transformasi Bursa menjadi lebih modern dan fleksibel.

“Kami juga meyakini bahwa dengan demutualisasi akan membuat Bursa Efek Indonesia menjadi lebih modern,” ujar Jeffrey.

Jeffrey juga menilai perubahan struktur Bursa akan membuat BEI lebih lincah dalam menjalankan strategi dan mencapai target pengembangan pasar modal.

Dengan latar belakang di sejumlah perusahaan sekuritas, Alex menjadi salah satu anggota Dewan Komisaris BEI yang memiliki pengalaman langsung dalam operasional, manajemen risiko, dan industri pasar modal.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Jeffrey Hendrik, Bursa Efek Indonesia (BEI), Dewan Komisaris, dan Profil dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.