Kenapa Saham Ekosistem WIFI-INET-DOOH Kompak Naik Hari Ini
Saham DOOH melonjak lebih dari 16% usai resmi berganti pengendali, diikuti kenaikan tajam INET, WIFI, dan IRSX di bursa.

Periskop.id - Saham emiten infrastruktur digital kompak melesat pada perdagangan Selasa (18/8). Penggeraknya adalah PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) yang baru saja resmi berganti pengendali.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.52 WIB, saham DOOH melonjak 16,33% ke level Rp342 per unit. Kenaikan itu diikuti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang terbang lebih tinggi, yakni 23,93% ke Rp290 per unit.
Dua saham lain di sektor sejenis turut terangkat meski dengan besaran lebih moderat. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) naik 5,56%, sementara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menguat 8,53%.
Katalis utama reli DOOH adalah rampungnya proses pengambilalihan saham perseroan oleh PT Sinergi Internasional Investama (SII). Dalam keterbukaan informasi ke BEI, SII resmi menjadi pengendali baru DOOH setelah menuntaskan akuisisi 51% saham perseroan.
SII mengambil alih 3,946 miliar saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses dengan nilai transaksi Rp197,34 miliar, setara Rp50 per saham. Harga tersebut jauh di bawah harga pasar DOOH kala itu yang berada di kisaran Rp236.
Selisih harga yang tak lazim ini sempat menarik perhatian pelaku pasar. Sebagai pengendali baru, SII wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib atas sisa saham publik DOOH, sesuai ketentuan POJK Nomor 9/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Manajemen SII menyatakan, akuisisi ini ditujukan untuk investasi sekaligus pengembangan usaha DOOH yang selama ini bergerak di bidang periklanan luar ruang digital.
SII sendiri tercatat baru berdiri pada 17 Juli 2026 berdasarkan Akta Pendirian No. 6, dengan lini usaha di bidang perdagangan, konsultasi manajemen dan bisnis, periklanan, serta aktivitas perusahaan induk. Hingga saat ini, SII masih berfungsi sebagai perusahaan induk dan belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial.
Sebelum transaksi berlangsung, SII menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan DOOH. Penelusuran keterbukaan informasi menunjukkan 99,9% saham SII dimiliki oleh Tinawati, dengan sisa 0,1% di tangan Sugiyanti.
Tinawati tercatat sebagai penerima manfaat akhir SII, sekaligus atas saham DOOH pasca akuisisi. Nama itu bukan sosok baru di bursa, karena ia juga tercatat sebagai pemilik manfaat di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), meski dengan kepemilikan langsung yang kecil, sekitar 0,29%.
Sebelumnya, Tinawati diketahui melepas 45% sahamnya di PT Investasi Sukses Bersama, pemegang saham pengendali WIFI, kepada PT Arsari Sentra Data milik Hashim Djojohadikusumo pada akhir 2024.
Selama ini, saham DOOH, INET, dan WIFI memang kerap disebut dalam satu paket oleh pelaku pasar karena irisan bisnis yang saling menopang. WIFI berperan sebagai penyedia internet, INET sebagai penyedia infrastruktur jaringan fiber optik, sementara DOOH menggarap sisi pemasaran digital dan periklanan luar ruang.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.