IHSG Melemah 0,69% ke 6.480 di Sesi I, EXCL Ambruk 25%
IHSG terkoreksi 0,69% di akhir sesi pertama perdagangan Senin, tertekan sektor kesehatan yang anjlok paling dalam serta saham EXCL yang ambruk lebih dari 25%.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan tertekan sepanjang sesi pertama perdagangan, Senin (24/8/2026). Pada pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah 45,045 poin atau 0,69% ke level 6.480,645.
Pelemahan indeks ini terjadi seiring koreksi yang melanda mayoritas sektor saham di bursa. Dari sepuluh sektor yang tercatat, delapan di antaranya kompak berada di zona merah.
IDX Sektor Kesehatan mencatat penurunan terdalam, anjlok 2,31% dibanding sektor lain. Sektor Transportasi dan Logistik menyusul dengan koreksi 1,16%, sementara Sektor Keuangan turun 0,93%.
Sektor Properti dan Real Estate juga tak luput dari tekanan, melemah 0,84%. Pelemahan berlanjut di Sektor Barang Konsumer Non-Primer yang turun 0,58%, Sektor Teknologi minus 0,4%, dan Sektor Energi terkoreksi 0,32%.
Dua sektor lain, yakni Barang Konsumer Primer dan Infrastruktur, masing-masing melemah tipis 0,29% dan 0,09%. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual merata di hampir seluruh lini sektoral pada sesi pertama.
Di tengah dominasi warna merah, Sektor Barang Baku justru tampil sebagai pengecualian. Sektor ini melonjak 0,71% dan menjadi penopang penguatan terbesar siang ini, diikuti Sektor Perindustrian yang naik 0,15%.
Dari sisi transaksi, total volume perdagangan bursa mencapai 24,79 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp9,03 triliun. Sebanyak 370 saham tercatat turun harga, 233 saham naik, dan 186 saham lainnya stagnan alias flat.
Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menjadi penekan utama indeks LQ45 pada sesi ini. Harga saham EXCL ambruk hingga 25,28%, jauh meninggalkan penurunan saham lain di jajaran top losers.
Posisi top losers LQ45 lainnya ditempati PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 3,7% dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 2,59%.
Berbeda dengan sejumlah emiten yang tertekan, kelompok saham energi justru mencatatkan penguatan di jajaran top gainers LQ45. PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 2,25%, menjadi yang tertinggi di antara saham penguat lainnya.
Dua saham energi lain turut menyusul dengan kenaikan signifikan. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 1,79% dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,67% pada penutupan sesi pertama.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), ihsg hari ini, dan Penutupan IHSG Hari Ini dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.