IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Selasa (15/9)
IHSG diprediksi menguat terbatas Selasa (15/9), di tengah konflik Timur Tengah dan pergantian Menteri Keuangan ke Suahasil Nazara.

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat terbatas pada perdagangan Selasa (15/9). Pelaku pasar masih mencermati eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah, serta pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara.
Pada perdagangan Senin (14/9), IHSG sempat anjlok 1,52% ke level 6.373,96 pada pukul 15.02 WIB. Indeks berhasil memangkas sebagian pelemahan dan akhirnya ditutup turun tipis 0,1% ke posisi 6.534,69.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama penekan pasar. Eskalasi konflik di Timur Tengah, menurutnya, mendorong harga minyak Brent menembus sekitar US$107 per barel.
"Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, sehingga memicu aksi risk-off di pasar negara berkembang," kata Nafan, dikutip Selasa (15/9).
Meski begitu, kemampuan IHSG memangkas pelemahan disebut Nafan sebagai tanda investor domestik belum sepenuhnya panik. Ia melihat mulai muncul aksi buy on weakness dan bargain hunting, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tertekan cukup dalam.
Pergantian Menteri Keuangan turut dinilai bisa jadi katalis domestik, meski respons awal pasar diperkirakan masih positif-terukur. Nafan menyebutkan, Suahasil Nazara bukan figur asing bagi pasar karena sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, sehingga kontinuitas kebijakan fiskal relatif lebih mudah dibaca pelaku pasar.
Ke depan, investor akan mencermati kemampuan pemerintah menjaga kepastian dan kredibilitas kebijakan fiskal. Ini termasuk pengelolaan APBN, defisit anggaran, penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga koordinasi kebijakan fiskal dengan moneter.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada Selasa, meski dengan kecenderungan terbatas. Proyeksi tersebut mempertimbangkan mulai meredanya tekanan jual di pasar domestik serta sentimen positif dari pergantian Menteri Keuangan.
Secara teknikal, Herditya memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.489 dan resistance di 6.562. Kondisi global, terutama pergerakan harga minyak serta data inflasi Amerika Serikat berupa Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI), disebutnya masih berpotensi membatasi penguatan indeks karena bisa memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Untuk perdagangan Selasa, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor. Di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada kisaran Rp1.670 sampai Rp1.715, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) pada Rp925 sampai Rp980, serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) pada Rp1.250 sampai Rp1.350.
"Kami perkirakan IHSG besok masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas," ujar Herditya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prediksi IHSG, rekomendasi saham, dan ihsg hari ini dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.