iklan periskop
Perdagangan

Harga Pangan 12 Agustus: Cabai Rawit Tembus Rp61.350/Kg

Cabai rawit merah dan telur ayam ras naik pada Rabu pagi, sementara harga pangan global juga tercatat di level tertinggi dalam 3,5 tahun.

12 jam yang lalu · 3 mnt baca
Stok Pangan, Komoditas Pasar, Pasar Ciputat, Pasar, Pangan, Lebaran, Sembako
Pedagang menjual aneka sayuran di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/3/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga cabai rawit merah menyentuh Rp61.350 per kilogram pada Rabu (12/8) pukul 08.00 WIB. Telur ayam ras ikut naik ke posisi Rp29.450 per kg.

Data yang dikelola Bank Indonesia itu turut memuat pergerakan komoditas cabai lain. Cabai merah besar tercatat Rp49.200 per kg, cabai merah keriting Rp51.200 per kg, dan cabai rawit hijau Rp54.050 per kg.

Bawang merah dijual seharga Rp39.400 per kg, sementara bawang putih berada di Rp40.650 per kg. Kedua komoditas ini menjadi bahan pelengkap yang ikut disorot dalam catatan PIHPS pagi itu.

Harga beras juga bervariasi menurut kualitasnya. Beras kualitas bawah I dibanderol Rp14.850 per kg dan kualitas bawah II Rp14.650 per kg.

Untuk kualitas medium, harganya lebih tinggi. Beras medium I tercatat Rp16.450 per kg, sedangkan medium II Rp16.250 per kg.

Sementara beras kualitas super dipatok lebih mahal lagi, yakni Rp17.750 per kg untuk super I dan Rp17.200 per kg untuk super II.

Di komoditas protein hewani, daging ayam ras segar berada di Rp40.600 per kg. Daging sapi kualitas I mencapai Rp151.000 per kg, sementara kualitas II sedikit lebih rendah di Rp142.050 per kg.

Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg dan gula pasir lokal Rp19.100 per kg. Adapun minyak goreng curah dijual Rp20.500 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp24.250 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.500 per liter.

Kenaikan harga pangan dalam negeri ini terjadi berbarengan dengan tren global yang juga menanjak. Anadolu melaporkan, harga pangan dunia naik ke level tertinggi dalam 3,5 tahun pada Juli 2026 berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis 7 Agustus 2026.

Kenaikan itu didorong gangguan rantai pasok akibat risiko geopolitik serta cuaca yang semakin panas dan kering. Indeks Harga Pangan dari Food and Agriculture Organization (FAO) naik 0,6% dari bulan sebelumnya menjadi 131,1 poin, tertinggi sejak Januari 2023.

Kenaikan harga sereal, gula, dan minyak nabati menjadi pendorong utama, meski sebagian diredam oleh penurunan harga daging dan produk susu. Meski begitu, harga pangan global saat ini masih 18,2% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada Maret 2022.

Indeks Harga Sereal FAO naik 3,4% secara bulanan dan 6,9% secara tahunan menjadi 113,8 poin. Harga gandum global melonjak 5,8% dari Juni akibat gangguan ekspor di Laut Hitam dan kerusakan infrastruktur ekspor yang memicu kekhawatiran pasokan.

Indeks Harga Minyak Nabati naik 3,7% menjadi 195,7 poin, level tertinggi sejak Juni 2022, seiring harga minyak kelapa sawit dan minyak kedelai yang tetap tinggi. Sementara Indeks Harga Produk Susu justru turun 0,8% dari Juni dan 24,8% secara tahunan menjadi 116,2 poin, melanjutkan tren penurunan sejak April.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai, dan harga pangan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.