periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi sejumlah perusahaan antre di pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Hingga saat ini, tercatat belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa sepanjang 2026, dengan total dana dihimpun sebesar Rp0,00 triliun.

“Hingga 27 Maret 2026 terdapat 12 perusahaan yang berada dalam antrean pipeline pencatatan saham di BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, dikutip Senin (30/3).

Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 11 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar dan 1 perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, tidak terdapat perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar dalam antrean pipeline tersebut.

Berdasarkan sektornya, perusahaan yang berada dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor consumer non-cyclicals sebanyak 3 perusahaan, sektor healthcare 2 perusahaan, sektor infrastructures 2 perusahaan, sektor technology 2 perusahaan, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energy, financials, dan transportation & logistic.

Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 45 emisi dari 30 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp50,87 triliun.

Saat ini, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS. Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor financials sebanyak 10 perusahaan, infrastructures 6 perusahaan, energy 2 perusahaan, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.

Sementara itu, hingga 27 Maret 2026 tercatat terdapat 3 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp3,75 triliun. Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.