Periskop.id - Tujuh perusahaan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026, sejumlah di antaranya mencatat permintaan yang jauh melampaui pasokan saham. Meski begitu, tingginya oversubscription itu dinilai tidak otomatis menjamin kinerja saham bakal moncer di kemudian hari.
Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang menyebutkan, pasar kini jauh lebih selektif dalam mencerna saham-saham perdana dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Ia menerangkan, kondisi ini berbeda dengan situasi beberapa tahun lalu, ketika hampir seluruh saham yang baru melantai otomatis disambut positif oleh pasar tanpa banyak pertanyaan soal kualitas emiten.
Nama-nama yang sudah melantai tahun ini antara lain BACH, PRDL, JECX, hingga RANS, masing-masing dengan tingkat permintaan yang bervariasi dari para investor.
Menurut Edwin, perubahan sikap investor ini bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam. Kepedulian terhadap kualitas emiten yang menawarkan saham perdananya terus tumbuh seiring pengalaman pasar yang kian matang.
Ia menilai, investor saat ini lebih cermat mempertimbangkan fundamental bisnis dan prospek jangka panjang sebelum memutuskan masuk ke saham IPO mana pun, terlepas dari seberapa ramai tingkat oversubscribe-nya.
Artinya, angka oversubscription yang spektakuler di fase penawaran umum belum cukup untuk dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan investasi, demikian Edwin menegaskan.
Dari ketujuh emiten yang sudah melantai, kinerja saham masing-masing setelah pencatatan perdana pun beragam, mencerminkan bahwa respons pasar pasca-IPO kini lebih bergantung pada kekuatan fundamental ketimbang euforia awal.
Edwin menambahkan, tren selektivitas ini merupakan sinyal positif bagi ekosistem pasar modal Indonesia secara keseluruhan, karena mendorong emiten untuk tampil dengan fundamental yang lebih solid sebelum berani masuk bursa.
Dengan masih tersisa beberapa bulan di 2026, pasar modal Indonesia berpeluang menyaksikan lebih banyak pencatatan perdana. Namun, Edwin menekankan, kualitas emiten tetap menjadi faktor penentu utama bagi investor yang kian terlatih membaca prospek bisnis jangka panjang.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar