Periskop.id - Saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7) dan langsung mencatatkan kinerja impresif. Pada hari pertama perdagangan, saham emiten milik Raffi Ahmad tersebut menyentuh Auto Reject Atas (ARA) setelah melonjak 34,12% ke level Rp228 per saham dari harga penawaran Rp170.

Antusiasme pasar terhadap saham RANS sudah terlihat sejak masa penawaran umum perdana (IPO). Perseroan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor ikut serta dalam pemesanan saham.

Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari penawaran tersebut, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi bisnis, di antaranya sekitar Rp161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, Rp85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, serta Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. Selain itu, dana juga digunakan untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi, pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, serta penguatan modal kerja entitas anak.

Didirikan pada 2016, RANS berawal dari kanal konten digital berbasis aktivitas keluarga. Dalam waktu kurang dari satu dekade, perusahaan ini berkembang menjadi creator-based venture yang mengelola intellectual property (IP) bernilai komersial, didukung kolaborasi dengan lebih dari 300 merek.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan langkah IPO menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi industri kreatif agar memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” ujarnya, Jumat (10/7).

Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menegaskan bahwa pencatatan saham ini menjadi awal baru bagi Perseroan sebagai perusahaan terbuka.

"Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Raffi.

Melalui IPO ini, RANS menargetkan penguatan ekosistem bisnis yang mencakup media hiburan digital, pengembangan IP, produk konsumen, periklanan, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan. Perseroan juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Seluruh informasi terkait kinerja dan rencana bisnis Perseroan telah dipaparkan dalam prospektus, yang menjadi acuan bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi.