Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (3/8). Analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan, mulai dari PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memaparkan, IHSG bergerak menuju area gap di 6.268-6.306 usai menembus resisten minor di level 6.199. Menurutnya, momentum positif tersebut berpotensi bertahan selama indeks masih berada di atas support minor 6.138.

"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," tulis Ivan dalam risetnya dikutip Senin (3/8).

Ivan merinci, level support IHSG diperkirakan berada di 6.138, 6.020, dan 5.887. Sementara level resistance diprediksi di 6.291, 6.392, dan 6.545.

Support merupakan area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat harga menyentuh level ini, biasanya terjadi kenaikan kembali karena peningkatan pembelian.

Sebaliknya, resistance adalah level harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Begitu level ini tersentuh, aksi jual besar biasanya muncul sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan lima saham. ADMR dengan target harga Rp1.545, ASII dengan target Rp5.200, DEWA dengan target Rp500, ICBP dengan target level 7.200, serta PGAS dengan target Rp1.580.

Di sisi lain, tim riset BRI Danareksa menjagokan saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan UNVR. Tim menilai, secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan selama bertahan di atas support 6.180-6.200, dengan target menguji resistance 6.300-6.380.

"Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini," tulis tim riset BRI Danareksa.

Tim tersebut menjelaskan, pasar pekan ini akan mencermati kelanjutan earning season semester pertama 2026. Selain itu, sejumlah data ekonomi penting seperti PMI Manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan PDB Indonesia juga bakal jadi sorotan.

Rilis Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat turut disebut sebagai salah satu penentu arah ekspektasi kebijakan The Fed ke depan.

Secara historis, Agustus tercatat sebagai bulan yang cenderung positif bagi IHSG. Probabilitas penguatan indeks pada bulan ini mencapai sekitar 90% dalam 10 tahun terakhir.