Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,18% atau 10,92 poin ke level 6.026,91 pada Selasa (14/7). Koreksi sejumlah saham big cap seperti BMRI, AMMN, dan DSSA menjadi penekan utama pergerakan indeks di awal sesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sempat menyentuh level terendah 6.020,36 dan tertinggi 6.065,39 pada pukul 09.02 WIB. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.535,01 triliun.

Sebanyak 272 saham menguat, 181 saham melemah, dan 214 saham stagnan di awal perdagangan. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual masih terbatas pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham Bank Mandiri (BMRI) tercatat sebagai salah satu penekan terdalam, terkoreksi 1,65% ke Rp4.180 per saham. Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 1,59% menjadi Rp3.720, disusul Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang terkontraksi 1,21% ke Rp815.

Pelemahan juga merambat ke saham perbankan lain. Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 0,85%, Bank Central Asia (BBCA) melemah 0,80%, sementara Telkom Indonesia (TLKM) ikut terkoreksi 0,80%.

Di tengah tekanan jual, sejumlah saham justru mencatat penguatan. Barito Renewables Energy (BREN) melesat 4,33% ke Rp3.370 per saham, sedangkan Chandra Asri Pacific (TPIA) naik 2,12% menjadi Rp1.930.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebutkan, IHSG pada perdagangan awal pekan sebelumnya justru ditutup melesat 1,92%. Kendati mencatat lonjakan signifikan, laju indeks masih dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai sekitar Rp413 miliar, dengan tekanan jual terbesar melanda saham BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.

"IHSG berpotensi naik kembali jika mampu menembus level 6.050, dengan target penguatan jangka pendek menuju area 6.150. Katalisnya adalah penetapan stable outlook untuk Indonesia oleh S&P," papar Fanny dalam riset harian, Selasa (14/7).

Penetapan stable outlook oleh S&P bagi Indonesia dinilai jadi katalis positif utama bagi pergerakan indeks domestik hari ini. Sentimen tersebut, menurut Fanny, memberi ruang bagi IHSG untuk melanjutkan tren penguatan menuju level psikologis berikutnya.

BNI Sekuritas mematok area support indeks komposit pada perdagangan hari ini di kisaran 5.970 sampai 6.000. Sementara posisi resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.100 hingga 6.150.

Pergerakan saham-saham big cap perbankan dan tambang masih akan jadi penentu arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan, mengingat bobotnya yang besar terhadap kapitalisasi pasar secara keseluruhan.