Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia adalah lembaga kajian kebijakan yang berdiri pada 1971 di Jakarta. CSIS meneliti isu ekonomi, politik, hubungan internasional, dan pertahanan, serta menjadi salah satu rujukan utama analisis kebijakan luar negeri Indonesia.
Analisis CSIS kerap muncul dalam pembahasan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, posisi Indonesia di ASEAN, hubungan dengan China, keanggotaan BRICS dan OECD, serta peluang diversifikasi mitra dagang. Kajiannya juga menyorot daya saing industri dan arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Halaman ini mengumpulkan berita Periskop.id yang bersumber dari kajian CSIS, dari analisis perjanjian dagang hingga isu geopolitik dan ekonomi kawasan. Arsipnya tersusun mundur dari yang terbaru.
CSIS: ART Indonesia-AS Berpeluang Diperluas ke Mitra Lain
Peneliti CSIS menilai reformasi dalam ART Indonesia-AS berpotensi diperluas ke mitra dagang lain agar manfaat ekonomi domestik menjadi lebih optimal.
Baca selengkapnya →
CSIS: ART dengan AS Bukan Jalan Tunggal Indonesia Jadi Negara Maju
Peneliti CSIS menilai kesepakatan tarif resiprokal Indonesia–AS bukan satu-satunya jalan menuju negara maju dan menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi.
Baca selengkapnya →
CSIS Nilai ART Indonesia-AS Sulit Disebut Menguntungkan Secara Ekonomi
Peneliti CSIS menilai Agreement Tarif Resiprokal Indonesia-AS belum memberi manfaat ekonomi signifikan dan lebih bernuansa strategi geopolitik.
Baca selengkapnya →
