X Ganti Skema Monetisasi Kreator, Konten Orisinal Jadi Syarat Utama
X mengganti Revenue Sharing dengan Original Content Rewards mulai 8 September 2026, dengan monetisasi yang lebih fokus pada konten orisinal

Periskop.id - Platform X bersiap mengubah sistem monetisasi kreator dengan menghentikan program Creator Revenue Sharing dan menggantinya dengan Original Content Rewards. Program baru yang mulai diluncurkan pada 8 September 2026 itu akan lebih mengutamakan konten orisinal dan membatasi peluang monetisasi bagi akun yang sekadar menyalin, mengunggah ulang, atau mengagregasi konten milik pihak lain.
Berdasarkan ketentuan resmi X, pendaftaran baru untuk program Revenue Sharing telah ditutup sejak 7 Agustus 2026. Kreator yang sudah menjadi peserta masih dapat menghasilkan pendapatan hingga 7 September, kemudian mulai 8 September mendapat akses secara bertahap untuk mengajukan diri ke Original Content Rewards.
Perubahan ini dilaporkan TechCrunch pada Sabtu (8/8) sebagai perombakan besar terhadap cara X memberi insentif kepada kreator. Perusahaan menilai skema sebelumnya berkembang ke arah yang tidak lagi sesuai dengan tujuan awal program.
Perwakilan X Allegra Jacchia mengatakan, program Revenue Sharing yang berjalan selama ini “telah mencapai titik di mana insentifnya tidak lagi selaras”. Para kreator, menurut Jacchia, seharusnya terdorong menghasilkan materi baru untuk platform, alih-alih mengoptimalkan konten semata-mata demi mengejar pembayaran.
“Kami sebenarnya bisa terus menambahkan lebih banyak aturan dan pengecualian. Namun, pada akhirnya, keputusan yang lebih baik memulai dari awal dan membangun program yang sejak hari pertama dirancang untuk memberikan penghargaan terhadap orisinalitas,” ujar Jacchia.
Syarat Tayangan Berubah, Indonesia Termasuk Negara yang Didukung
Untuk mengikuti Original Content Rewards, kreator harus berusia minimal 18 tahun, memiliki akun personal atau bisnis dengan reputasi baik, serta berlangganan X Premium, Premium+, atau Premium Business. Akun milik organisasi politik dan pemerintah tidak memenuhi syarat.
Kreator juga harus memiliki sedikitnya 500 pengikut terverifikasi serta memperoleh minimal 500.000 tayangan Home Timeline dari pengguna terverifikasi dalam 90 hari terakhir. Tayangan yang berasal dari balasan tidak dihitung untuk memenuhi ambang tersebut. Indonesia tercantum dalam daftar negara yang mendapatkan akses ke program ini.
Ketentuan itu berbeda dari program Revenue Sharing sebelumnya. Dalam skema lama, X mensyaratkan setidaknya 5 juta tayangan organik dalam tiga bulan terakhir, di samping 500 pengikut terverifikasi dan langganan Premium. Meski ambang jumlah tayangan pada program baru terlihat lebih rendah, jenis tayangan yang diperhitungkan menjadi lebih spesifik karena harus berasal dari pengguna terverifikasi di Home Timeline.
Pembayaran nantinya dihitung berdasarkan qualified impressions atau tayangan yang memenuhi kriteria. X mendefinisikannya sebagai tayangan unik dari pelanggan Premium pada Home Timeline ketika sedikitnya 50% bagian unggahan terlihat di layar. Tayangan berbayar, hasil promosi, buatan secara artifisial, maupun tayangan yang terindikasi curang tidak dihitung.
Pembayaran tetap diproses setiap dua minggu dengan ambang pencairan minimum US$30. Kreator juga harus menghubungkan akun pembayaran melalui Stripe atau X Money bagi pengguna yang memenuhi syarat dan menyelesaikan verifikasi identitas.
Repost dan Konten Agregasi Bisa Kehilangan Monetisasi
Perubahan terbesar terletak pada definisi konten yang bisa menghasilkan uang. X menyebut laporan dan analisis orisinal, tulisan, foto atau video yang dibuat sendiri, ilustrasi, grafis hingga meme sebagai bentuk konten yang dapat memenuhi persyaratan. Komentar dan reaksi terhadap suatu peristiwa tetap diperbolehkan selama kreator memberikan perspektif, konteks, atau nilai tambahan yang berarti.
Sebaliknya, X tidak akan menganggap sebuah konten orisinal apabila materi hanya disalin dari kreator lain, diunduh kemudian diunggah kembali, atau hanya mengalami perubahan minimal seperti mengganti beberapa kata, menambahkan filter, mengubah kecepatan video, atau menempelkan teks tanpa transformasi berarti.
Konten agregasi yang menggabungkan karya orang lain tanpa perspektif baru yang substansial juga tidak memenuhi ketentuan. Artinya, akun yang selama ini mengandalkan kecepatan mengunggah ulang video viral, foto, maupun informasi dari akun lain akan menghadapi standar monetisasi yang lebih ketat.
Langkah tersebut sebenarnya telah terlihat sejak beberapa bulan sebelumnya. Business Insider pada Mei 2026 melaporkan X mulai menindak akun besar yang secara sistematis mengunggah ulang karya akun lebih kecil untuk mengejar pendapatan dari Revenue Sharing. X ketika itu mulai mengalihkan tayangan kembali kepada kreator asli.
Kepala Produk X Nikita Bier ketika itu menyarankan pengguna yang ingin mengomentari karya orang lain menggunakan fitur Quote atau Video Reshare, bukan mengunduh kemudian mengunggah ulang materi tersebut. X juga telah mengurangi pembayaran terhadap sejumlah akun yang dianggap melakukan praktik semacam itu.
X Juga Perketat Clickbait dan Manipulasi Engagement
Original Content Rewards bukan sekadar kebijakan antirepost. Aturan resmi X menyebut kreator dapat kehilangan kelayakan apabila menggunakan bot atau perangkat otomatis untuk menciptakan like, pengikut, tayangan, komentar, maupun repost secara artifisial. Praktik berulang kali meminta pengguna memberikan like, balasan, bookmark, follow, atau repost juga dilarang dalam ketentuan monetisasi baru.
Konten yang dibuat atau diposting menggunakan metode otomatis juga dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat pembayaran. Demikian pula informasi menyesatkan, konten yang mendapat Community Note yang dinilai membantu, serta unggahan yang melanggar standar komunitas dan hak cipta.
Perubahan itu melanjutkan serangkaian revisi monetisasi sepanjang 2026. TechCrunch mencatat, X pada April telah mencoba memangkas pembayaran untuk akun agregator dan akun yang dinilai menggunakan clickbait. Sebagian perubahan kemudian mendapat penolakan dari kreator yang selama ini memperoleh keuntungan besar dari mekanisme berbasis engagement.
Sementara The Verge menilai kebijakan baru tersebut menunjukkan X berusaha menggeser insentif dari sekadar mengejar viralitas menuju kontribusi yang dianggap memiliki nilai orisinal. Kreator masih dapat membahas berita atau tren yang sama, tetapi pembayaran akan semakin bergantung pada seberapa besar perspektif atau karya baru yang mereka tambahkan.
Bagi kreator di Indonesia, perubahan mulai 8 September berarti strategi mengejar jumlah tayangan saja kemungkinan tidak lagi cukup. Kemampuan membuat laporan, analisis, foto, video, desain atau komentar yang memiliki nilai tambah, akan semakin menentukan apakah sebuah unggahan dapat menghasilkan pendapatan dari X.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai X, dan regulasi monetisasi dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.