Periskop.id - Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) akhirnya mengambil langkah tegas guna meredam kekhawatiran publik terkait penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan miliknya, Grok. 

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (15/1), perusahaan milik Elon Musk tersebut mengumumkan serangkaian pembaruan fitur dan protokol keamanan yang dirancang untuk mencegah konten AI generatif yang eksploitatif.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya desakan dan keluh kesah dari berbagai pihak yang merasa dirugikan oleh kemampuan Grok dalam memanipulasi gambar orang nyata. X menekankan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada prinsip keamanan bagi seluruh pengguna.

Komitmen Terhadap Keamanan dan Kebijakan Nol Toleransi

Dalam pernyataan resminya, pihak X menegaskan komitmen mereka dalam memerangi konten ilegal di platform mereka.

"Kami tetap berkomitmen untuk menjadikan X sebagai platform yang aman bagi semua orang dan terus menerapkan nol toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi seksual anak, ketelanjangan tanpa persetujuan, serta konten seksual yang tidak diinginkan," tulis pernyataan tersebut.

Pihak X menjelaskan bahwa tim keamanan mereka mengambil tindakan langsung untuk menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi. 

Hal ini mencakup Materi Pelecehan Seksual terhadap Anak (CSAM) dan ketelanjangan tanpa persetujuan. Selain menghapus konten, X juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun yang mencari materi eksploitasi seksual anak kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan.

Larangan Pengeditan Gambar Orang Nyata

Salah satu pembaruan paling signifikan adalah pembatasan kemampuan Grok dalam memanipulasi foto manusia. 

X kini telah menerapkan langkah teknologi untuk mencegah akun Grok mengizinkan pengeditan gambar orang nyata yang mengenakan pakaian terbuka seperti bikini. Pembatasan ketat ini berlaku bagi seluruh pengguna tanpa terkecuali, termasuk pelanggan berbayar.

Selain itu, X juga mengubah skema aksesibilitas fitur tersebut. Pembuatan gambar dan kemampuan mengedit gambar melalui akun Grok kini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. 

Kebijakan ini dimaksudkan untuk menambahkan lapisan perlindungan ekstra. Dengan mewajibkan identitas berbayar, X berharap individu yang mencoba menyalahgunakan Grok untuk melanggar hukum atau kebijakan platform dapat dimintai pertanggungjawaban dengan lebih mudah.

Penerapan Pemblokiran Geografis (Geoblock)

X juga memperhatikan aspek legalitas di berbagai negara. Mereka kini menerapkan pemblokiran geografis atau geoblock terhadap kemampuan pengguna untuk menghasilkan gambar orang nyata yang mengenakan bikini, pakaian dalam, atau busana serupa. Pemblokiran ini berlaku di wilayah wilayah yang secara hukum melarang hal tersebut.

Kebijakan baru ini dipastikan tidak akan mengubah protokol keamanan dasar yang sudah ada di platform tersebut. Semua prompt AI dan konten hasil generasi yang diposting ke X tetap harus mematuhi Aturan X sepenuhnya. 

Tim Keamanan X ditegaskan bekerja sepanjang waktu untuk menambahkan perlindungan tambahan, mengambil tindakan cepat untuk menghapus konten ilegal, hingga melakukan penangguhan akun secara permanen jika diperlukan.

Menutup pernyataannya, X mengakui bahwa perkembangan pesat teknologi AI generatif memang menghadirkan tantangan besar di seluruh industri teknologi. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus beradaptasi dengan situasi yang dinamis ini.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan pengguna, mitra, badan pengatur, dan platform lain untuk menangani berbagai isu dengan lebih cepat seiring kemunculannya," ungkap pihak X melalui rilis tersebut. 

Pengguna juga diminta untuk terus merujuk pada Aturan X untuk memahami ragam opsi penegakan hukum yang tersedia bagi para pelanggar.