Habis Putus? Mandi Air Hangat Bisa Meredakan Rasa Kesepian
Riset psikologi ungkap mandi air hangat dapat membantu meredakan rasa kesepian dan penolakan sosial.

Periskop.id - Pernahkah Anda merasa ingin berendam atau mandi air hangat dalam waktu lama saat sedang merasa sendiri atau lelah secara emosional? Kebiasaan sederhana ini ternyata bukan sekadar cara untuk membersihkan tubuh, melainkan mekanisme alami manusia untuk mengobati rasa kesepian.
Fenomena menarik tersebut diungkap dalam sebuah riset berjudul The Substitutability of Physical and Social Warmth in Daily Life yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah Emotion tahun 2012. Penelitian ini membeberkan bahwa rasa hangat secara fisik dan rasa hangat dalam hubungan sosial ternyata bisa saling menggantikan di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tanpa kita sadari.
Kehangatan Fisik Sebagai Pengganti Kehangatan Sosial
Dalam ilmu psikologi, kehangatan sosial mengacu pada perasaan terhubung, diterima, dan dikasihi oleh orang-orang di sekitar kita. Sebaliknya, rasa dingin sosial identik dengan perasaan terasing, ditolak, atau kesepian. Para peneliti menemukan bahwa ketika seseorang merindukan kehangatan sosial namun tidak mendapatkannya, tubuh secara otomatis akan mencari kompensasi melalui kehangatan fisik.
Melalui serangkaian eksperimen, riset ini mencatat bahwa semakin tinggi tingkat kesepian kronis yang dialami seseorang, semakin besar pula kecenderungannya untuk mandi air hangat lebih sering, lebih lama, dan dengan suhu yang lebih hangat. Kehangatan aliran air di tubuh seolah-olah hadir memeluk dan menggantikan rasa hangat dari interaksi sosial yang absen dalam hidup mereka.
Efek Terapi Mandiri dan Tumpang Tindih Saraf Otak
Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana paparan suhu dingin secara fisik dapat memicu perasaan kesepian secara emosional. Sebaliknya, saat seseorang yang baru saja mengalami penolakan sosial diberikan kantong penghangat untuk dipegang, rasa butuh akan kasih sayang dan keinginan untuk menghibur diri langsung menurun secara signifikan.
Secara medis dan psikologis, hal ini terjadi karena otak manusia memproses rasa sakit fisik dan rasa sakit emosional pada area yang saling tumpang tindih. Salah satunya berada di bagian dorsal anterior cingulate cortex (dACC), yaitu area di dalam otak yang bertanggung jawab mengolah respons rasa sakit fisik sekaligus rasa sakit akibat ditolak atau diasingkan oleh lingkungan. Karena area pengolahnya sama, sensasi hangat pada kulit mampu memberikan efek penenang (self-soothing) yang efektif meredakan rasa perih di dalam hati.
Mekanisme Otomatis yang Terjadi Tanpa Disadari
Menariknya, sebagian besar orang tidak pernah secara sadar merencanakan mandi air hangat hanya untuk meredakan rasa kesepian. Riset ini membuktikan bahwa perilaku tersebut berjalan sebagai strategi regulasi diri yang terjadi di bawah alam sadar. Banyak orang mengira mereka mandi air hangat semata-mata karena udara dingin atau ingin merelaksasi otot yang tegang.
Temuan ilmiah ini membuka peluang besar bagi dunia kesehatan mental. Terapi kehangatan fisik ini dinilai sangat potensial untuk membantu meredakan stres emosional, menangani gangguan depresi musiman, hingga meningkatkan kualitas hidup para lansia yang sering kali rentan mengalami isolasi sosial di usia senja.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Psikologi dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.