iklan periskop
Ekonomi

Geber Ekonomi Maritim, Menkop Dukung SPBU Nelayan Dikelola Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pembangunan SPBUN berbasis koperasi dapat meningkatkan kemandirian energi dan kesejahteraan nelayan di pesisir Indonesia.

8 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Geber Ekonomi Maritim, Menkop Dukung SPBU Nelayan Dikelola Koperasi
Dok.Foto/Kementerian Koperasi RI
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar utama ekonomi baru yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu upaya untuk memperkuat sektor ini adalah pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) berbasis koperasi, yang bertujuan meningkatkan kemandirian energi sekaligus kesejahteraan nelayan.

"Dengan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) berbasis koperasi, bertujuan memperkuat kemandirian energi dan mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan," ujar Ferry dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (15/11).

Ferry mencontohkan pembangunan SPBUN di SPBU Nelayan milik KUD Bina Mina, di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Keberadaan SPBUN ini membuat koperasi nelayan semakin berdaya dan menjadi penggerak utama ekonomi maritim di wilayah pesisir.

Program SPBUN berbasis koperasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pesisir yang inklusif dan berkeadilan. Keterlibatan koperasi dalam pengelolaan energi bagi nelayan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara langsung.

"Di tahun ini akan dibangun SPBU Nelayan di 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah pesisir Indonesia, dan kini ada sebanyak 416 SPBU Nelayan dibangun, 61 unit di antaranya dimiliki koperasi," lapor Ferry.

Ferry berharap koperasi yang digagas Kemenkop ini dapat berperan strategis dalam memperkuat kemandirian energi bagi perikanan rakyat. Dengan pengelolaan SPBU Nelayan berbasis koperasi, keuntungan ekonomi dapat langsung dirasakan oleh anggota koperasi dan komunitas sekitar.

Lebih dari sekadar menyediakan bahan bakar, SPBUN berbasis koperasi menempatkan koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi kelautan. Hal ini memungkinkan masyarakat lokal memaksimalkan peran mereka dalam ekonomi maritim.

"SPBU Nelayan tidak hanya menyediakan akses bahan bakar yang lebih mudah dan efisien bagi nelayan, tetapi juga menempatkan koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi kelautan," sambung Ferry. Dengan strategi ini, sektor kelautan dan perikanan diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat pesisir.


 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kelautan dan Perikanan, menteri koperasi, kementerian koperasi, maritim, SPBUN, dan SPBU Nelayan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.