periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor maritim melalui kerja sama strategis dengan Inggris. Salah satu fokus utama dalam kemitraan tersebut adalah dukungan terhadap program pembangunan 1.500 kapal ikan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi kelautan nasional.
Hal itu disampaikan Prabowo usai pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris yang membahas penguatan hubungan bilateral, termasuk kerja sama di bidang maritim. Prabowo menyebut Inggris memiliki teknologi dan kapasitas pendanaan yang dapat mendukung percepatan pembangunan sektor kelautan Indonesia.
“Di bidang maritim, mereka akan mendukung rencana kita untuk membangun 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu. Kita mau perbaiki desa-desa nelayan kita, kita ingin meningkatkan kualitas hidup nelayan kita,” kata Prabowo dalam keterangan pers usai menghadiri UK–Indonesia Education Roundtable di London, Inggris, Selasa (20/1) waktu setempat.
Menurut Prabowo, program pembangunan kapal ikan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan konsumsi protein masyarakat. Pemerintah menilai sektor kelautan memiliki peran krusial mengingat sebagian besar wilayah Indonesia berupa lautan.
“Tiga per empat tanah air kita adalah laut, dan konsumsi protein rakyat kita masih terlalu rendah. Kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi,” kata Prabowo.
Ia menambahkan, investasi besar di sektor maritim diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah pesisir dan desa-desa nelayan. Prabowo menilai penguatan sektor kelautan merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi sumber daya laut Indonesia secara berkelanjutan.
“Ini sangat strategis bagi kita dan akan mempercepat pertumbuhan serta kemajuan ekonomi kita, khususnya di bidang maritim,” pungkasnya.
Prabowo menilai Inggris memiliki kapasitas kuat untuk menjadi mitra Indonesia, baik dari sisi teknologi maupun kekuatan finansial. Menurutnya, kerja sama tersebut berpotensi memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.
“Ya, kita memandang Inggris sebagai suatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia, dan kita merasa kita bisa mendapat manfaat dari teknologi mereka, dari kemampuan keuangan mereka,” ujar Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar