Periskop.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun sepanjang semester I 2026. Capaian itu meningkat 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang ekspansi kredit, kenaikan pendapatan operasional, dan perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan tersebut melanjutkan kinerja positif pada kuartal I 2026, ketika laba bersih Danamon naik 35% secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun. Dengan demikian, perseroan mampu menjaga laju pertumbuhan laba pada level dua digit selama enam bulan pertama tahun ini.

“Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup,” kata Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7).

Kredit dan Trade Finance Tembus Rp230,1 Triliun

Total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon meningkat 12 persen secara tahunan menjadi Rp230,1 triliun. Laju tersebut sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat 11,51% per Mei 2026.

Pendorong utama berasal dari lini enterprise banking and financial institution. Portofolio pada segmen tersebut naik 19% menjadi Rp109,7 triliun, atau hampir separuh dari keseluruhan kredit dan trade finance perseroan.

Pertumbuhan juga berasal dari bisnis perbankan usaha kecil dan menengah, perbankan konsumer, serta anak perusahaan Danamon. Strategi tersebut menunjukkan perseroan tidak hanya mengandalkan kredit korporasi, tetapi juga memperkuat pembiayaan dalam ekosistem grup.

Pada sisi pendanaan, total giro, tabungan, dan deposito konsolidasian mencapai Rp181,7 triliun, meningkat 14% secara tahunan. Pertumbuhan itu relatif sejalan dengan dana pihak ketiga industri perbankan yang naik 13,49% menjadi Rp10.294 triliun per Mei 2026.

Pendapatan Operasional Naik 7 Persen

Pendapatan operasional Danamon tumbuh 7% menjadi Rp12,6 triliun. Kenaikan tersebut turut menopang laba bersih setelah pajak sebesar Rp2,4 triliun dan margin bunga bersih atau net interest margin sebesar 8,1%.

Margin itu juga meningkat dibandingkan posisi kuartal I 2026 sebesar 7,6%. Perbaikan NIM menunjukkan kemampuan bank mengelola selisih antara pendapatan bunga dari kredit dan biaya dana yang harus dibayarkan kepada nasabah.

Namun, angka pembanding dalam laporan semester I 2026 telah disajikan kembali sesuai PSAK 338. Penyesuaian dilakukan setelah penggabungan usaha Mandala Multifinance dengan Adira Finance serta akuisisi tambahan saham Home Credit Indonesia. Karena itu, sebagian angka pembanding dapat berbeda dari publikasi Danamon sebelumnya.

Risiko Kredit Menurun

Ekspansi pembiayaan dibarengi perbaikan kualitas aset. Rasio loan at risk atau LAR turun 263 basis poin menjadi 7,8% per 30 Juni 2026. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan LAR industri perbankan nasional sebesar 8,72% pada Mei.

Danamon juga mempertahankan rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah atau NPL coverage ratio sebesar 282,4%. Artinya, cadangan yang disiapkan bank hampir tiga kali lipat dari nilai kredit yang masuk kategori bermasalah.

Perbaikan ini menjadi penting karena pertumbuhan kredit yang tinggi perlu diimbangi pengelolaan risiko agar tidak memicu kenaikan kredit macet pada periode berikutnya.

Danamon Jadi Pengendali Home Credit Indonesia

Danamon memperkuat ekosistem pembiayaannya dengan membeli tambahan 9,82 persen saham PT Home Credit Indonesia dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Transaksi senilai Rp400 miliar itu efektif pada 24 Juni 2026 dan menjadikan Danamon sebagai pemegang saham pengendali Home Credit Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dan Konglomerasi Keuangan MUFG. Danamon berharap penguatan kendali atas Home Credit dapat memperluas penyediaan produk pembiayaan konsumen sekaligus meningkatkan sinergi bersama MUFG dan anggota grup lainnya.

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Nobuya.

Kinerja semester pertama menunjukkan pertumbuhan laba Danamon tidak hanya berasal dari peningkatan margin, tetapi juga ekspansi kredit dan membaiknya profil risiko. Pada paruh kedua 2026, konsistensi pertumbuhan akan bergantung pada kemampuan bank menjaga biaya dana, kualitas kredit, dan efektivitas integrasi bisnis Home Credit Indonesia.