periskop.id - Saham Bank Danamon (BDMN) terpantau melenggang di zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu 22 April 2026. Saham BDMN bahkan sentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 24% ke level 3.850.
Saham BDMN dibuka pada level 3.080 sebelum bergerak pada rentang 2.960-3.080. Dalam sepekan, saham BDMN naik 55,24%. Sejak awal tahun atau secara year to date (YTD), saham BDMN naik 55,24%.
Kenaikan harga saham BDMN ini terjadi jelang pembagian dividen perseroan. Jika tak ada aral melintang, perseroan akan bagikan dividen pada 30 April 2026. Besaran dividen yang dibagikan yakni Rp1,39 triliun atau Rp142,19 per saham.
Selain itu, perseroan dikabarkan berencana melakukan go private. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa pemegang saham pengendali, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), berpotensi mengambil langkah untuk mengakuisisi sisa saham publik. Langkah ini dinilai sejalan dengan posisi kepemilikan MUFG yang saat ini sudah sangat dominan di Bank Danamon.
Berdasarkan data terakhir, MUFG menguasai sekitar 92% saham BDMN, sementara porsi saham publik atau free float tersisa di bawah 10%. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu spekulasi terkait potensi go private, termasuk untuk menyesuaikan dengan ketentuan minimum free float di Bursa Efek Indonesia.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat keterbukaan informasi resmi dari manajemen Bank Danamon maupun otoritas bursa terkait rencana aksi korporasi tersebut. Belum ada pula pengumuman mengenai pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang membahas agenda go private.
Pelaku pasar menilai, apabila aksi go private benar dilakukan, maka MUFG berpotensi menawarkan harga tender dengan premi tertentu guna membeli saham yang beredar di publik. Namun, skenario tersebut masih bersifat spekulatif dan sangat bergantung pada keputusan resmi perseroan.
Di sisi lain, investor perlu untuk tetap mencermati risiko volatilitas harga saham yang dipicu oleh sentimen rumor. Tanpa konfirmasi resmi, pergerakan saham umumnya berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek.
Tinggalkan Komentar
Komentar