Periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menegaskan komitmennya kepada investor dengan menyalurkan sisa dividen tahun buku 2025 sebesar Rp31,47 triliun pada Jumat (8/5). Pembayaran ini setara dengan Rp209 per saham dan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 22 April 2026.
Distribusi ini merupakan bagian dari total dividen yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebelumnya, yang mencapai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp20,6 triliun (Rp137 per saham) yang lebih dulu dibagikan pada Januari 2026.
“Pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memberikan economic value yang optimal dan berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan fundamental yang kuat serta ketahanan kinerja perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” kata Corporate Secretary BRI Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5).
Kemampuan BRI membagikan dividen jumbo tidak lepas dari kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025. Perseroan mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp57,13 triliun, dengan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Di sisi lain, total aset BRI juga tumbuh 7,1% (yoy) menjadi Rp2.135 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap berjalan di tengah ketidakpastian global. Kinerja tersebut memperkuat posisi BRI sebagai salah satu bank dengan profitabilitas terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi daya tarik utama bagi investor di pasar modal.
Keberlanjutan Bisnis
Manajemen BRI menegaskan, kebijakan dividen tidak hanya berorientasi pada pembagian laba, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan bisnis.Perseroan menerapkan pendekatan seimbang antara distribusi keuntungan kepada pemegang saham dan penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi ke depan, termasuk pengembangan layanan digital dan pembiayaan sektor UMKM.
Sebagai bank dengan fokus utama pada segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional.
BRI menjadi salah satu motor utama penyaluran kredit ke sektor tersebut, yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan. Pembagian dividen dalam jumlah besar ini juga menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa fundamental BRI tetap solid.
Di tengah volatilitas global, kebijakan dividen yang konsisten dinilai mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat daya tarik saham BBRI di Bursa Efek Indonesia. Dengan kinerja yang stabil dan strategi pertumbuhan yang terarah, BRI diperkirakan masih akan menjadi salah satu emiten perbankan unggulan dalam beberapa tahun ke depan.
Tinggalkan Komentar
Komentar