Energi

ESDM-Pertamina Prediksi Kuota LPG 3 Kg dan Pertalite Jebol

ESDM dan Pertamina memperkirakan konsumsi LPG 3 kg, Pertalite, dan Solar melampaui kuota tahun ini akibat kenaikan permintaan sepanjang semester pertama 2026.

3 jam yang lalu · 2 mnt baca
SPBU, Pertamina, Premium, Pertamax, Pertalite, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Bensin, BBM
Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi LPG 3 kilogram serta bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar akan melampaui kuota hingga akhir 2026. Proyeksi ini muncul setelah realisasi konsumsi sepanjang semester pertama tercatat naik dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman menyebutkan kuota LPG 3 kilogram tahun ini dipatok 8 juta metrik ton (MT) dalam APBN 2026. Konsumsi, menurutnya, diperkirakan menembus 8,6 juta MT atau melampaui kuota sekitar 600 ribu MT setara 7,5%.

"Kalau kita perhatikan di sini memang secara umum konsumsi LPG kita itu dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton LPG," kata Laode dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Kelebihan konsumsi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite dan Solar. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga sekaligus Direktur Utama Subholding Downstream Pertamina Mars Ega Legowo, yang menjelaskan tren konsumsi saat ini menunjukkan potensi penyaluran di atas kuota hingga akhir tahun.

"Dengan tren konsumsi saat ini, prognosa kami hingga akhir tahun menunjukkan potensi penyaluran di atas kuota, dan tentunya data ini akan terus bergerak. Kami terus berkolaborasi dengan Kepala BPH Migas dan jajarannya," jelas Mars Ega.

Mars Ega memaparkan data realisasi per akhir Juli. Solar tercatat mencapai 11,18 juta kiloliter dari kuota 18,36 juta kiloliter, sementara Pertalite sudah terpakai 16,54 juta kiloliter dari kuota 28,69 juta kiloliter.

Minyak tanah, menurutnya, masih berjalan sesuai kuota. LPG 3 kilogram sendiri sudah terealisasi 5,05 juta metrik ton dari kuota 8 juta metrik ton sepanjang 2026.

"Data yang kami miliki adalah sekitar 9,4% kelebihan kuota untuk Solar, 1,7% untuk Pertalite, dan 8,5% untuk LPG 3 kilogram. Namun data ini masih terus bisa bergerak," terangnya.

Mars Ega menjelaskan, kenaikan konsumsi Solar dan Pertalite sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2026 yang berada di kisaran 5% hingga 5,6%. Pertumbuhan itu didorong sektor industri dan logistik, termasuk kegiatan ekspor-impor, hingga bertambahnya jumlah kendaraan pribadi.

Kebutuhan tambahan dari sektor transportasi publik turut menjadi faktor pendorong, menurutnya. Sementara untuk LPG 3 kilogram, pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta kondisi ekonomi yang serupa.

"Kami juga mencatat kebutuhan tambahan dari sektor transportasi publik. Untuk LPG 3 kilogram, pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta pertumbuhan ekonomi yang serupa, dan kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode Natal dan Tahun Baru di akhir tahun ini," pungkas Mars Ega.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.