TKHI: Pengertian, Tugas, Syarat, dan Cara Daftar Tenaga Kesehatan Haji
TKHI adalah tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah haji di kloter. Simak tugas, syarat, dan cara daftarnya untuk 2027.

Periskop.id - Di setiap kelompok terbang jemaah haji Indonesia, selalu ada tim medis yang ikut berangkat dan pulang bersama jemaah. Mereka inilah yang dikenal dengan sebutan TKHI.
Istilah ini kembali ramai dicari seiring dibukanya seleksi petugas kesehatan haji 1448 H/2027 M. Berikut penjelasan lengkap soal TKHI, mulai dari pengertian, tugas, syarat, hingga cara mendaftarnya.
Apa Itu TKHI? Pengertian dan Kepanjangannya
TKHI adalah singkatan dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia , yaitu tenaga medis yang melekat langsung pada satu kelompok terbang atau kloter untuk memberikan bimbingan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan bagi jemaah.
Berbeda dengan petugas kesehatan yang berjaga di klinik atau sektor tertentu, TKHI bergerak mengikuti jemaah. Mereka berangkat dari embarkasi bersama kloternya, mendampingi selama penerbangan dan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, lalu pulang bersama rombongan yang sama.
Dalam struktur besar Petugas Penyelenggara Ibadah Haji , TKHI menempati posisi khusus karena fokus kerjanya murni pada aspek medis di tingkat kloter.
Berapa Jumlah TKHI dalam Satu Kloter?
Setiap kloter umumnya didampingi tiga tenaga kesehatan, yaitu satu dokter dan dua perawat. Komposisi ini bisa disesuaikan mengikuti jumlah jemaah dan profil risiko kesehatan dalam kloter tersebut.
Dengan ratusan kloter yang diberangkatkan setiap musim haji, kebutuhan tenaga kesehatan haji mencapai ribuan orang. Pada musim haji 2026 saja, jemaah Indonesia terbagi ke dalam ratusan kelompok terbang yang seluruhnya wajib didampingi tim medis.
Tugas TKHI Selama Musim Haji
Tugas TKHI dimulai jauh sebelum pesawat lepas landas. Mereka melakukan pemeriksaan kondisi jemaah di asrama haji embarkasi, mendata jemaah risiko tinggi, dan memastikan obat serta perbekalan medis kloter lengkap.
Selama masa operasional, cakupan tugasnya meliputi:
- Pelayanan medis harian bagi jemaah di kloter, termasuk pemeriksaan dan pengobatan;
- Pemantauan khusus terhadap jemaah lanjut usia dan jemaah dengan penyakit penyerta;
- Penanganan kegawatdaruratan selama penerbangan maupun di darat;
- Rujukan jemaah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau rumah sakit Arab Saudi bila diperlukan;
- Edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit, terutama saat cuaca ekstrem;
- Pencatatan dan pelaporan kondisi kesehatan jemaah secara digital lewat Siskohatkes .
Beban kerja memuncak pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di titik ini, jemaah bergerak massal dalam kondisi padat dan panas, sehingga risiko kelelahan serta heat stroke meningkat tajam.
TKHI, KKHI, dan Tim Kesehatan Lapangan
Tenaga kesehatan haji tidak hanya bertugas di kloter. Ada pula tim KKHI atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang ditempatkan di fasilitas kesehatan rujukan di Makkah dan Madinah.
Selain itu, ada Tim Kesehatan Lapangan yang mendampingi jemaah langsung saat pelaksanaan ritual, terutama pada fase puncak haji. Ketiganya bekerja berjenjang, dengan TKHI sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan jemaah sehari-hari.
Perlu dicatat, dalam dokumen resmi seleksi, formasi ini kerap disebut PPIH Kesehatan Kloter. Penjelasan soal kapan istilah PPIH dan TKHI dipakai membantu calon pendaftar tidak salah memilih jalur formasi.
Syarat Menjadi TKHI
Calon TKHI wajib memenuhi syarat umum sebagai Warga Negara Indonesia beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki rekam jejak dan integritas yang baik. Pelamar perempuan disyaratkan tidak sedang hamil.
Di luar itu, ada persyaratan profesi yang bersifat mutlak:
- Berlatar belakang dokter, dokter spesialis, atau perawat;
- Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku;
- Memiliki Surat Izin Praktik (SIP) yang masih berlaku;
- Mengantongi sertifikat kegawatdaruratan yang belum kedaluwarsa;
- Pengalaman kerja relevan minimal dua tahun;
- Berusia 25 sampai 57 tahun untuk penempatan kloter.
Ada pula ketentuan yang sering terlewat, yakni pasangan suami istri dilarang bertugas sebagai petugas kloter pada tahun yang sama, dan pelamar tidak boleh sudah tiga kali bertugas sebagai PPIH sejak 2023.
Bagi pelamar berstatus ASN, izin dari atasan menjadi syarat tambahan yang wajib dilampirkan bersama dokumen pendaftaran lainnya .
Cara Daftar TKHI 2027
Sebelum mendaftar, pastikan kualifikasi sudah cocok dengan batas usia dan syarat tiap formasi . Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal petugas.haji.go.id dan tidak dipungut biaya apa pun. Pelamar membuat akun, memilih formasi kesehatan kloter, lalu melengkapi data diri dan riwayat profesi.
Seluruh dokumen persyaratan diunggah dalam format yang diminta sistem. Setelah formulir dikirim, pendaftar perlu menyimpan bukti pendaftaran dan memantau status verifikasi lewat akun masing-masing.
Tahapan seleksi untuk musim haji 2027 berjalan sebagai berikut:
- Pendaftaran dan pengajuan dokumen: 20 sampai 26 Agustus 2026;
- Verifikasi dokumen: hingga 28 Agustus 2026;
- Pengumuman hasil verifikasi administrasi: 29 Agustus 2026;
- Computer Assisted Test (CAT): 31 Agustus 2026;
- Medical Check-Up (MCU): 3 sampai 8 September 2026;
- Pengumuman hasil akhir: 15 September 2026.
Gaji dan Hak TKHI
Skema penghasilan TKHI mengikuti skema petugas haji secara umum, yakni gaji pokok ditambah honorarium dan tunjangan sesuai formasi serta masa penugasan.
Sebagai gambaran, gaji pokok petugas haji berkisar Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan pada 2025, di luar akomodasi, konsumsi, dan transportasi yang ditanggung negara sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 . Uraian komponen gaji pokok, honorarium, dan tunjangannya dibahas terpisah beserta tren besarannya.
Yang Berubah di Musim Haji 2027
Kementerian Haji dan Umrah mewajibkan seluruh petugas haji 2027, termasuk petugas kesehatan kloter, mengikuti pendidikan dan pelatihan terpusat selama satu bulan sebelum diberangkatkan.
Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026, khususnya pada fase Armuzna yang dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah dari sisi kesiapan petugas di lapangan.
Pertanyaan Seputar TKHI
Apa kepanjangan TKHI?
TKHI adalah singkatan dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia.
Apakah lulusan non-kesehatan bisa mendaftar TKHI?
Tidak. Formasi ini secara khusus mensyaratkan latar belakang tenaga kesehatan dengan STR dan SIP aktif.
Apakah bidan bisa mendaftar sebagai TKHI?
Formasi kloter umumnya dibuka untuk dokter dan perawat. Profesi kesehatan lain seperti apoteker, analis laboratorium, dan radiografer biasanya dibuka pada formasi penempatan Arab Saudi, bukan kloter.
Berapa lama masa tugas TKHI?
Mengikuti masa operasional kloternya, umumnya sekitar 40 hari sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air.
Bagi tenaga kesehatan yang ingin mengabdi di musim haji, memahami posisi TKHI dan persyaratannya sejak awal akan sangat membantu dalam mempersiapkan dokumen sebelum masa pendaftaran ditutup.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dan kemenhaj dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.