Siskohatkes: Apa Itu, Fungsi, Pengguna, dan Cara Mengaksesnya
Siskohatkes adalah sistem data kesehatan jemaah haji milik Kemenkes. Simak fungsi, penggunanya, dan kaitannya dengan istithaah.

Periskop.id - Setiap calon jemaah haji Indonesia yang menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas datanya tidak berhenti di kertas. Semuanya masuk ke satu sistem terpusat bernama Siskohatkes.
Sistem ini yang kemudian menentukan apakah seorang jemaah dinyatakan layak berangkat, dan menjadi rujukan petugas kesehatan saat menangani jemaah di Tanah Suci. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Siskohatkes?
Siskohatkes adalah singkatan dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan , yaitu sistem informasi yang dikembangkan Kementerian Kesehatan untuk mengelola seluruh data kesehatan jemaah haji Indonesia.
Cakupannya membentang dari fase pra-operasional saat pemeriksaan awal di daerah asal, berlanjut selama operasional haji di Arab Saudi, hingga pasca-operasional setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
Sistem ini terintegrasi dengan Siskohat, sistem komputerisasi haji terpadu yang mengelola data keberangkatan dan porsi jemaah. Bedanya, Siskohatkes khusus menangani sisi kesehatan.
Siskohatkes Shar'i, Nama Resmi Sistemnya
Banyak yang mencari sistem ini dengan kata kunci "siskohatkes shar'i" atau "siskohatkes syar'i" dan mengira itu salah ketik. Padahal Shar'i memang penamaan resmi yang dipakai Kementerian Kesehatan untuk sistem ini.
Nama tersebut muncul pada portal resminya dan sudah lama digunakan dalam dokumen internal maupun kajian akademik yang menganalisis data kesehatan jemaah haji Indonesia.
Siapa yang Menggunakan Siskohatkes?
Pengguna sistem ini berlapis, mengikuti perjalanan jemaah dari daerah asal sampai kembali pulang.
- Petugas puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk : menginput hasil pemeriksaan kesehatan calon jemaah di daerah asal.
- Dinas Kesehatan kabupaten, kota, dan provinsi : memverifikasi serta memantau data jemaah di wilayahnya.
- Tenaga kesehatan haji di Arab Saudi : mengakses riwayat kesehatan jemaah untuk penanganan medis di lapangan.
- Kementerian Kesehatan : mengolah data agregat untuk pemetaan risiko dan evaluasi penyelenggaraan.
Bagi Tenaga Kesehatan Haji Indonesia yang bertugas di kloter, sistem ini menjadi alat kerja harian. Riwayat penyakit, hasil laboratorium, dan status vaksinasi jemaah bisa dibuka langsung tanpa perlu bertanya ulang kepada jemaah yang sedang sakit.
Fungsi Siskohatkes
Secara garis besar, sistem ini menjalankan beberapa fungsi berikut.
- Mencatat riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan medis calon jemaah;
- Memverifikasi status vaksinasi, terutama meningitis dan influenza;
- Memetakan kelompok jemaah risiko tinggi sejak sebelum keberangkatan;
- Menyediakan akses data secara real time bagi tenaga kesehatan di lapangan;
- Mencatat kejadian sakit, rujukan, dan penanganan selama masa operasional;
- Menjadi basis evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji setiap tahun.
Fungsi pemetaan risiko menjadi semakin penting seiring meningkatnya proporsi jemaah lanjut usia. Dengan data yang sudah terkumpul sejak pemeriksaan awal, petugas bisa memprioritaskan pendampingan pada jemaah yang paling rentan.
Data yang Direkam di Siskohatkes
Isi sistem ini bukan sekadar identitas jemaah. Yang tercatat mencakup riwayat kesehatan, hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga hasil radiologi.
Ditambah lagi status vaksinasi, kondisi kesehatan khusus yang memerlukan perhatian, obat rutin yang dikonsumsi, serta catatan kejadian sakit dan rujukan selama jemaah berada di Arab Saudi.
Siskohatkes dan Penetapan Istithaah Kesehatan
Peran paling menentukan dari sistem ini ada pada penetapan istithaah kesehatan, yaitu penilaian apakah seorang calon jemaah memiliki kemampuan fisik dan mental yang memadai untuk menjalankan ibadah haji.
Pemeriksaan berjalan bertahap. Tahap pertama dilakukan di daerah asal, meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan radiologi. Hasilnya diinput ke Siskohatkes. Tahap kedua dilakukan sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan, dilanjutkan vaksinasi wajib.
Dari rangkaian itu, jemaah ditetapkan ke dalam salah satu dari empat kategori:
- Istithaah kesehatan : jemaah sehat dan dapat berangkat tanpa hambatan;
- Istithaah dengan pendampingan : memerlukan bantuan orang lain atau obat rutin selama beribadah;
- Tidak istithaah sementara : ada indikasi penyakit yang masih berpeluang pulih sebelum keberangkatan;
- Tidak istithaah kesehatan : kondisi tidak memungkinkan jemaah diberangkatkan.
Karena penetapan ini berdampak langsung pada keberangkatan, kelengkapan dan ketepatan input data ke Siskohatkes menjadi krusial, baik bagi jemaah maupun petugas yang menginputnya.
Cara Mengakses Siskohatkes
Portal resminya berada di alamat siskohatkes.kemkes.go.id dan dikelola Kementerian Kesehatan. Sistem ini bukan layanan terbuka untuk umum, melainkan tertutup bagi pengguna berwenang.
Akun diberikan kepada petugas fasilitas kesehatan yang ditunjuk, dinas kesehatan, serta tenaga kesehatan haji sesuai penugasannya. Pengajuan dan pemulihan akun ditangani melalui dinas kesehatan setempat atau kanal bantuan resmi Kementerian Kesehatan.
Bagi calon jemaah yang ingin mengetahui status kesehatannya, jalurnya bukan lewat login mandiri ke sistem, melainkan menanyakan langsung ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tempat pemeriksaan dilakukan. Berbeda halnya dengan data keberangkatan, yang bisa dicek mandiri lewat nomor porsi di portal dan aplikasi resmi.
Beda Siskohatkes dan Siskohat
Dua nama ini kerap tertukar karena hanya berbeda tiga huruf. Siskohat adalah sistem komputerisasi haji terpadu yang menangani data pendaftaran, nomor porsi, dan keberangkatan jemaah.
Sementara Siskohatkes menangani khusus sisi kesehatan. Keduanya saling terhubung, sehingga status istithaah seorang jemaah dapat dibaca berdampingan dengan data keberangkatannya.
Di luar itu, ada pula formasi petugas Siskohat yang dibuka dalam rekrutmen petugas haji. Posisi ini menuntut pengalaman sebagai operator sistem dan menjadi salah satu formasi dengan syarat paling spesifik dalam seleksi petugas.
Pertanyaan Seputar Siskohatkes
Apa kepanjangan Siskohatkes?
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan.
Siskohatkes dikelola Kemenkes atau Kemenag?
Dikelola Kementerian Kesehatan, namun terintegrasi dengan sistem haji terpadu yang menangani data keberangkatan jemaah.
Bisakah jemaah login sendiri ke Siskohatkes?
Tidak. Akses diberikan kepada petugas kesehatan berwenang. Jemaah dapat menanyakan status pemeriksaannya melalui puskesmas atau fasilitas kesehatan pemeriksa.
Apakah petugas kesehatan haji wajib menguasai Siskohatkes?
Ya. Penguasaan sistem ini termasuk materi pembekalan petugas kesehatan, karena pencatatan dan pelaporan kondisi jemaah dilakukan secara digital di lapangan.
Memahami cara kerja Siskohatkes membantu calon jemaah menyadari bahwa pemeriksaan kesehatan di daerah asal bukan formalitas, sekaligus menjadi bekal dasar bagi tenaga kesehatan yang berencana mendaftar sebagai petugas haji.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kemenhaj, dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.