Haji

Cara Cek Porsi Haji dan Estimasi Keberangkatan Lewat 4 Cara Resmi

Nomor porsi haji bisa dicek lewat situs resmi, aplikasi Haji Pintar, atau Pusaka. Simak langkah dan cara membaca estimasinya.

6 hari yang lalu · 5 mnt baca
Cara Cek Porsi Haji dan Estimasi Keberangkatan Lewat 4 Cara Resmi
Jamaah Haji Kabupaten Kampar hari ini, Senin (25/05/2026). Foto oleh Pemkab Kampar
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Setelah menyetor biaya awal haji, jemaah menerima satu deret angka yang menentukan kapan mereka berangkat ke Tanah Suci. Angka itu bernama nomor porsi.

Banyak jemaah menyimpan bukti setorannya di laci dan tidak pernah mengeceknya lagi selama bertahun-tahun. Padahal statusnya bisa berubah, dan pengecekannya kini bisa dilakukan dari rumah. Berikut caranya.

Apa Itu Nomor Porsi Haji?

Nomor porsi haji adalah kode unik sepuluh digit yang menjadi identitas pendaftaran jemaah dalam sistem penyelenggaraan haji nasional.

Nomor ini terbit di ujung proses pendaftaran haji reguler , setelah calon jemaah menyetor biaya awal ke bank penerima setoran yang ditunjuk pemerintah . Angkanya tercantum pada lembar bukti setoran awal.

Fungsinya menentukan urutan antrean keberangkatan. Semakin awal seseorang mendaftar, semakin kecil nomor porsinya, dan semakin cepat pula gilirannya tiba.

1. Cek Lewat Situs Resmi

Cara paling langsung adalah lewat portal resmi Kementerian Haji dan Umrah di alamat haji.go.id pada halaman estimasi keberangkatan . Langkahnya:

  1. Buka halaman estimasi keberangkatan di situs haji.go.id;
  2. Pilih tab layanan yang dibutuhkan, tersedia estimasi keberangkatan, daftar tunggu, atau pelunasan;
  3. Masukkan sepuluh digit nomor porsi tanpa spasi;
  4. Isi kode verifikasi atau captcha yang muncul di layar;
  5. Klik tombol cari, lalu hasilnya tampil otomatis.

Informasi yang muncul umumnya berupa nama jemaah, nomor porsi, dan perkiraan tahun keberangkatan sesuai antrean.

2. Cek Lewat Aplikasi Haji Pintar

Kementerian juga menyediakan aplikasi resmi bernama Haji Pintar yang bisa diunduh gratis di Play Store maupun App Store.

Setelah aplikasi terpasang, pilih menu estimasi keberangkatan, masukkan nomor porsi, lalu tekan ikon pencarian. Aplikasi ini menampilkan data yang lebih rinci dibanding situs, meliputi nama, kabupaten atau kota, provinsi, kuota, status pembayaran, hingga estimasi tahun keberangkatan.

3. Cek Lewat Aplikasi Pusaka

Alternatif lain adalah aplikasi Pusaka, yang mencakup berbagai layanan keagamaan termasuk pengecekan porsi haji.

Caranya, buka menu Islam, pilih layanan keagamaan, lalu masuk ke estimasi keberangkatan. Masukkan nomor porsi dan tekan tombol cari nomor porsi. Hasilnya menampilkan posisi jemaah dalam daftar tunggu beserta perkiraan tahun berangkat.

4. Datang ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah

Bagi yang kesulitan mengakses layanan daring, pengecekan tetap bisa dilakukan secara langsung di kantor Kementerian Haji dan Umrah tingkat kabupaten atau kota.

Bawa bukti setoran awal dan kartu identitas. Petugas akan membantu menelusuri data lewat sistem internal. Cara ini juga berguna bila data yang muncul di layanan daring dirasa tidak sesuai.

Kemenag atau Kemenhaj? Ini yang Perlu Diketahui

Banyak jemaah masih mencari layanan ini dengan kata kunci Kemenag, karena selama bertahun-tahun urusan haji memang berada di bawah Kementerian Agama.

Sejak dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah, kewenangan penyelenggaraan haji beralih ke kementerian tersebut, termasuk layanan pengecekan porsi. Nomor porsi lama tetap berlaku dan tidak perlu didaftarkan ulang.

Kenapa Masa Tunggu Tiap Daerah Berbeda?

Antrean haji dihitung per daerah, bukan nasional. Penyebabnya sederhana, yaitu perbandingan antara kuota yang diterima suatu wilayah dengan jumlah pendaftar aktif di wilayah tersebut.

Daerah dengan animo pendaftar sangat tinggi otomatis punya antrean lebih panjang, meski kuotanya juga besar. Sebaliknya, daerah dengan jumlah pendaftar lebih sedikit bisa memiliki masa tunggu yang jauh lebih pendek.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, rentangnya sangat lebar, mulai dari kisaran sembilan tahun di daerah tertentu hingga lebih dari empat dekade di daerah dengan antrean terpanjang. Angka ini pun berbeda antar-kabupaten dalam satu provinsi yang sama.

Karena itu, daftar masa tunggu yang beredar di internet sebaiknya diperlakukan sebagai gambaran kasar. Yang paling akurat tetap hasil pengecekan nomor porsi masing-masing.

Estimasi Bukan Kepastian

Tahun yang muncul saat pengecekan adalah perkiraan, bukan jadwal yang mengikat. Angkanya bisa bergeser mengikuti sejumlah faktor.

  • Perubahan kuota haji yang ditetapkan Arab Saudi setiap tahun;
  • Adanya tambahan kuota atau kebijakan percepatan bagi kelompok tertentu;
  • Jemaah yang membatalkan atau menunda keberangkatan;
  • Kebijakan prioritas bagi jemaah lanjut usia;
  • Penyesuaian data pendaftar di sistem.

Faktor terakhir sedang menjadi sorotan. Kementerian Haji dan Umrah mengungkap adanya ratusan ribu data antrean yang berisiko tidak valid , sehingga pengecekan berkala menjadi semakin penting bagi jemaah yang sudah lama mendaftar.

Yang Perlu Diwaspadai Saat Mengecek

Pengecekan porsi haji tidak dipungut biaya apa pun. Waspadai pihak yang menawarkan jasa percepatan keberangkatan dengan imbalan, karena urutan antrean tidak bisa dibeli.

Hindari pula memasukkan nomor porsi di situs yang bukan kanal resmi. Nomor porsi terhubung dengan data pribadi jemaah, sehingga sebaiknya hanya dimasukkan pada portal dan aplikasi resmi kementerian.

Pertanyaan Seputar Porsi Haji

Berapa digit nomor porsi haji? 
Sepuluh digit angka, tercantum pada bukti setoran awal biaya haji.

Nomor porsi hilang, apakah bisa dicek? 
Bisa. Datangi kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten atau kota dengan membawa identitas diri dan dokumen pendaftaran yang masih ada.

Apakah estimasi keberangkatan bisa maju? 
Bisa, terutama bila ada tambahan kuota atau banyak jemaah di antrean depan yang membatalkan. Sebaliknya, estimasi juga bisa mundur bila kuota berkurang.

Apakah porsi haji bisa dipindahtangankan? 
Tidak. Nomor porsi melekat pada identitas pendaftar dan tidak dapat diperjualbelikan maupun dialihkan kepada orang lain, kecuali lewat mekanisme resmi seperti pelimpahan porsi jemaah wafat sesuai ketentuan yang berlaku.

Berapa biaya yang harus dilunasi menjelang keberangkatan? 
Besarannya mengikuti Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih yang ditetapkan setiap tahun bersama DPR. Untuk musim haji mendatang, pemerintah telah mengusulkan angka Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji beserta porsi yang dibayar jemaah .

Mengecek porsi secara berkala membantu jemaah memantau posisi antrean sekaligus memastikan datanya tetap valid di sistem, terutama bagi yang sudah mendaftar sejak bertahun-tahun lalu.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai kemenhaj, dan jemaah haji dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.