iklan periskop
Hukum

KPK Tetapkan Wali Kota Madiun Tersangka Pemerasan Dana CSR

KPK menetapkan Wali Kota Madiun Maidi bersama dua rekannya sebagai tersangka pemerasan dana CSR dan gratifikasi. Ketiganya ditahan 20 hari pertama di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Jual-Beli Jabatan Desa yang Libatkan Sudewo Himpun Dana hingga Rp2,6 Miliar
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapka perkara dugaan korupsi, di Gedung KPK, Selasa (20/1). Periskop/Rachel Farahdiba
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun Maidi sebagai tersangka pemerasan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan penerimaan lainnya (gratifikasi) di lingkungan pemerintah Kota Madiun.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Maidi ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dana CSR dan penerimaan lainnya (gratifikasi) di Pemkot Madiun tersebut, maka KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Asep, di Gedung KPK, Selasa (20/1).

Tiga tersangka dalam dugaan pemerasan ini adalah Maidi (MD) selaku Wali Kota Madiun Periode 2019 – 2024 dan 2025 - 2030, Rochim Ruhdiyanto (RR) selaku pihak swasta atau orang kepercayaan Maidi, dan Thariq Megah (TM) selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun.

Asep menyampaikan, tiga tersangka itu akan menjalani penahanan untuk 20 hari pertama.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Januari sampai dengan 8 Februari 2026. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” ungkap Asep.

Atas perbuatannya, Maidi dan Rochim Ruhdianto terjerat Pasal 12 Huruf e Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2021 jo. Pasal 20 jo Pasal 21 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Selain itu, Maidi bersama-sama dengan Thariq Megah disangkakan telah melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2021 jo. Pasal 20 jo Pasal 21 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Maidi, dan Madiun dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.