periskop.id - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengonfirmasi kondisi terkini aktivis KontraS Andrie Yunus (27) yang menjadi korban penyiraman air keras. Setelah menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion, kondisi kesehatan korban kini dinyatakan stabil.

Andrie Yunus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Ia datang dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

"Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," demikian keterangan pers RSCM, dikutip Selasa (17/3).

Awalnya, diagnosis menunjukkan luka bakar sekitar 24% akibat reaksi inflamasi cairan keras pada kulit. Namun, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) melakukan koreksi penilaian medis terbaru.

"Koreksi penilaian medis menyatakan bahwa rekan kami, Andrie Yunus, mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," lanjut keterangan pers RSCM.

Luka dominan berada di area wajah sisi kanan, mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada. Sebagai penanganan awal, tim medis telah melakukan irigasi atau pencucian pada area terpapar untuk menurunkan efek zat kimia.

Untuk menyelamatkan fungsi penglihatan korban, tim medis mengambil langkah pembedahan. Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Saat ini, Andrie dirawat intensif di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

“Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol,” tulis keterangan pers RSCM.

Meskipun mengalami trauma kimia kompleks, RSCM memastikan nyawa korban tidak dalam bahaya. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk perencanaan tindakan rekonstruksi di masa mendatang.

"Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," demikian keterangan pers RSCM.

Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya memberikan pelayanan profesional bagi pasien dengan kasus trauma kompleks serupa.

Adapun, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie yang baru saja menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI, dihampiri dua orang laki-laki misterius berboncengan motor matic melawan arah.