periskop.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan pernyataan tegas terkait maraknya informasi bohong (hoaks) yang mencatut namanya di berbagai platform digital. Informasi menyesatkan tersebut diketahui mengaitkan sosok Menteri HAM dengan isu sensitif, seperti kasus korupsi dan kasus kekerasan penyiraman air keras.
“Hoaks! Saya tegaskan ini bukan pernyataan saya. Siapa pun yang memproduksi dan menyebarkan berita bohong (hoaks) bertentangan dengan hukum,” tegas Natalius Pigai dalam keterangan resminya, Rabu (25/3).
Pigai menegaskan pernyataan-pernyataan yang beredar dalam bentuk narasi, kutipan, maupun unggahan konten digital tersebut bukan berasal dari dirinya. Ia memastikan tidak pernah menyampaikan hal tersebut dalam forum resmi maupun komunikasi publik dalam bentuk apa pun.
Berdasarkan penelusuran Kementerian HAM, terdapat tiga narasi hoaks utama yang beredar luas:
- “Yaqut korupsi sesuai prosedur, menurut saya tidak melanggar HAM.”
- “Pigai mengiyakan keputusan KPK untuk seluruh tahanan korupsi menjadi tahanan rumah, itu salah satu tindakan kemanusiaan.”
- “Kasus penyiraman air keras itu termasuk kebodohan si korban dan tidak ada sangkut pautnya dengan HAM.”
Kementerian HAM telah melakukan penelusuran intensif dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya, narasi tersebut dipastikan palsu dan dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta kekacauan di tengah masyarakat, yang jelas bertentangan dengan hukum.
Penyebaran informasi yang tidak benar di ruang digital berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta merugikan berbagai pihak. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Sehubungan dengan beredarnya informasi tersebut, Menteri HAM menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mempelajari serta mempertimbangkan langkah-langkah hukum, termasuk kemungkinan melaporkan pihak-pihak yang memproduksi maupun menyebarluaskan informasi bohong tersebut kepada aparat penegak hukum.
Adapun sejumlah akun media sosial yang turut menyebarkan informasi hoaks tersebut antara lain:
- tune_junk (Instagram)
- ajroelrahman (Instagram)
- dj_iwan_tahura (Instagram)
- pekalonganterkini_ (Instagram dan Facebook)
- ndeminsgaul (Instagram)
- kualimerahputih (Instagram)
- kementerian_kurangajar (Instagram)
- Ricky ELfarizi (Facebook)
- Apoy Sheno (Facebook)
- Nexs Times (Facebook)
- Hermawati Ersya (Facebook)
Menteri HAM mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya kepada publik serta merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kementerian HAM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keterbukaan informasi publik yang akurat dan terpercaya serta mendukung terciptanya ekosistem komunikasi publik yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab.
Tinggalkan Komentar
Komentar