periskop.id - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) diklaim berpeluang memecahkan rekor dunia dalam penyelenggaraan pendidikan HAM dengan jumlah peserta terbesar. Klaim itu dilontarkan langsung oleh Menteri HAM Natalius Pigai.
Ia mengungkapkan kementeriannya telah menerima konfirmasi dari Guinness Book of Records terkait nominasi tersebut. Pelatihan HAM yang digelar di Sumatera Utara disebut telah menjangkau 6.000 peserta, jauh melampaui rekor yang ada saat ini.
"Kami akan masuk salah satu nominator sebagai kementerian yang melakukan pendidikan HAM tertinggi dalam jumlah besar di dunia," kata Pigai dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6).
Rekor dunia pendidikan HAM dengan peserta terbanyak saat ini masih digenggam Uruguay. Negara di kawasan Amerika Selatan itu mencatatkan namanya pada 2018 lewat pelatihan yang melibatkan 3.000 anggota institusi kepolisian setempat.
Pigai memaparkan, angka tersebut kini sudah dikalahkan oleh capaian kementeriannya di Indonesia.
"Sekarang kami sudah (menggelar pelatihan) untuk 6.000 orang di Sumatera Utara," ujarnya.
Mantan komisioner Komnas HAM itu menyatakan optimistis rekor tersebut bakal resmi berpindah ke Indonesia. Ia bahkan menyebut pernyataannya jarang meleset saat menyampaikan informasi kepada publik.
Pigai mencontohkan prediksinya sebelumnya soal Indonesia yang bakal menjabat sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurutnya, hal itu terbukti terealisasi tak lama setelah ia mengungkapkannya.
Rapat kerja bersama Komisi XIII DPR itu menjadi forum Pigai memaparkan sejumlah capaian kementeriannya, termasuk program pendidikan HAM yang kini tengah diajukan sebagai nominasi rekor dunia.
"(Rekor dunia) ini juga mudah-mudahan jadi. Tapi bisa juga ada negara lain yang unggul. InsyaAllah bisa," pungkas Pigai.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar