Hukum

PDFMI: Penyebab Kematian Sutrimo Belum Bisa Dipastikan

Hasil lab sampel ekshumasi Sutrimo belum kelar, sementara kondisi jenazah yang sudah membusuk 19 hari jadi tantangan tersendiri bagi tim forensik.

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
olah tempat kejadian perkara
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ketua Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menyampaikan, penyebab kematian Sutrimo belum bisa dipastikan. Kepolisian dan tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel jenazah yang telah diekshumasi.

Menurut Hastry, hasil laboratorium tersebut nantinya jadi salah satu dasar untuk mengetahui ada atau tidaknya racun maupun zat tertentu dalam tubuh Sutrimo. Ia menegaskan proses pemeriksaan itu belum rampung.

"Belum selesai hasil pemeriksaan labnya," kata Hastry kepada wartawan, Selasa (18/8).

Kondisi jenazah yang sudah membusuk turut menyulitkan proses pemeriksaan forensik. Tim forensik sebelumnya mengambil sampel dari tubuh Sutrimo saat ekshumasi dan autopsi digelar di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8).

"Karena jenazah sudah 19 hari tentu sudah busuk sekali itulah tantangannya," ujar Hastry.

Sampel yang diambil tim forensik antara lain berasal dari organ dalam, kulit, dan hasil swab tubuh Sutrimo. Seluruh sampel itu kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan toksikologi dilakukan guna mencari kemungkinan adanya racun atau zat tertentu di tubuh korban. Selain itu, sampel juga menjalani pemeriksaan histopatologi dan DNA meski proses ini menghadapi kendala akibat jenazah sudah lama dimakamkan.

Sutrimo diketahui dimakamkan sejak 23 Juli 2026, sebelum makamnya dibongkar untuk ekshumasi pada 12 Agustus. Rentang waktu hampir tiga minggu itu membuat kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan cukup parah saat diperiksa.

Selain kondisi fisik jenazah, tim forensik juga sudah mengantongi informasi riwayat kesehatan Sutrimo dari pihak keluarga. Meski begitu, riwayat penyakit tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan soal penyebab kematiannya, dan polisi bersama tim forensik masih menanti hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

"Data riwayat sakit ya, sakit diabetes mellitus (kencing manis) dan jantung," katanya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai sutrimo dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.